Skinpress Rss

Thursday, 1 August 2013

Mengapa Pria Gemar Menyembunyikan Status Pernikahannya?

0



Tak dipungkiri, baik pria maupun wanita pernah suatu kali muncul keinginan untuk single dan merasa bebas lagi setelah menikah. Pernikahan memang cukup membatasi ruang gerak siapapun, entah dalam pergaulan, dalam karier, dan sering membuat seseorang menjadi 'diistimewakan' karena statusnya. Istimewa terkadang bukan berarti sesuatu yang nyaman, karena justru status pernikahan menjadi seperti pagar yang memisahkan dan menahan seseorang melakukan apa yang dia suka.
  Berbeda dengan wanita, pria lebih kesulitan mengatasi rasa terkekang dan tidak bebas ini. Sehingga seringkali banyak pria justru merahasiakan status pernikahan mereka. Terutama bila bertemu dengan orang asing. Terlepas dari apapun tujuan pertemanannya, pria cenderung menutup diri soal status pernikahannya.
  Amati saja, berapa banyak pria yang selalu memakai cincin pernikahannya ke manapun ia pergi? Sebagian besar pria menganggap bahwa cincin lebih baik tidak dipakai. Alasannya beragam, ada yang takut hilang, sayang kalau rusak, atau biar awet. Padahal kalau dipikir lagi, cincin itu dibeli untuk disimpan atau dipakai sih?
   Memang bagi beberapa orang cincin pernikahan itu tidak terlalu penting, yang penting sih hatinya. Tetapi, cincin pernikahan sebenarnya cukup membantu untuk menunjukkan status pernikahan tanpa harus berkoar-koar pada semua orang. Ya kan? Selain itu, cincin pernikahan juga membantu mengingatkan diri sendiri, bahwa ada komitmen yang patut untuk selalu dihormati, dijaga, dan tidak dipandang sebelah mata kemudian diabaikan. Yah, setidaknya bagi sebagian orang, demikianlah arti dari cincin pernikahan.
Kembali ke status pernikahan, biasanya di mana saja sih pria itu menyembunyikan status pernikahannya?


Menurut survey kecil yang telah dilakukan, di sini nih para pria kerap menyembunyikan status pernikahannya:

Facebook
Beruntung apabila istrinya juga doyan bermain Facebook, sang suami tidak akan bisa menolak mengganti status pernikahannya. Tetapi, bagaimana bila keduanya sama-sama tidak peduli atau si istri justru tidak aktif di jejaring sosial? Nah, di sinilah dengan bebas seorang pria mengaku diri masih lajang.
Bahkan, banyak juga kok pria yang memiliki double account di mana di akun lainnya ia mengaku dan berperan seolah dia masih single. Di sini kebebasan semu itu bisa diperolehnya, dan dia tidak merasa terikat atau terbebani dengan status yang disandangnya.
Ada pula yang memilih untuk tidak menampilkan status relationship apapun. Alasannya untuk privasi, ngapain dipamer-pamerkan pada orang lain? Tetapi kalau dipikir, ngapain juga takut mengaku kalau sudah menikah? Apa takut fansnya tidak doyan memberikan komentar atau like lagi?

Rekanan kerja baru
Namanya dalam persaingan kerja, selalu ada trik dan strategi yang dilakukan untuk mencapai sesuatu. Dan untuk itulah biasanya pria enggan membahas soal status pernikahan. Dan kalau perlu ya mengaku masih single agar tetap bisa bersaing dan unggul di depan rekan atau rival.
Ilusi tetap single ini sedikitnya sebenarnya membantu pria untuk tetap merasa bebas dan lebih produktif. Ia juga jadi punya kepercayaan diri untuk meraih target yang ia mau.

Saat sedang traveling atau dalam Perjalanan
Suami hobby traveling sendiri, sedangkan istri tidak. Dan tebak, apakah pria kemudian mengaku sudah menikah pada semua orang yang ditemui? Bisa jadi tidak apabila ia berkesempatan duduk di sebelah wanita cantik yang masih segar, supel serta punya banyak cerita seru untuk menemani perjalanan. Terabaikan sudah status pernikahan dan berpura-puralah pria sedang single. Bukan selingkuh sih, tetapi kebohongan ini tetap saja disebut kebohongan apapun tujuannya.

Saat pria memang ingin curang
Saat pria memang ingin curang Saat memang ingin berlaku curang atau selingkuh, pria dengan sengaja menyembunyikan status pernikahan mereka. Mereka biasanya dengan mudah mengatakan belum menikah atau sudah bercerai atau banyak alasan lainnya. Ini dilakukan dengan sengaja jika misalnya pria telah mengincar seorang wanita. Ini menjadi saat ]paling buruk karena pria dengan sengaja melakukannya.

Di Twitter
Nah, apalagi di Twitter. Twitter rasanya menjadi sebuah social media yang paling asyik untuk dijadikan ajang cari fans dan kesenangan. Tak harus mencantumkan status pernikahan di sana. Cukup cuap-cuap, meretweet dan terjadilah interaksi nyaris tanpa batas. Bahkan 160 karakter saja rasanya justru menjadi tantangan, bukan batasan untuk eksis sesuka hati.
Adalah hak dari setiap orang untuk mengakui dan bangga menyebutkan status pernikahannya pada orang lain. Semua pria juga pasti punya alasan tertentu untuk sesekali menyembunyikan status pernikahannya itu. Tetapi, jika ia keseringan melakukannya, tengok kembali hubungan pernikahan Anda. Apakah kehangatan itu mulai pudar? Nah, mari dibangun kembali.

Di sebuah pesta
Pesta terkadang menggoda seseorang untuk menyembunyikan status perkawinan. Ini tidak hanya terjadi pada pria, tapi juga wanita. Seringkali sebuah pesta atau pagelaran musik menjadi ajang untuk menarik perhatian, walau sekedar hanya mencari teman obrolan atau kenalan. Keberadaan pesta banyak menggoda pria atau wanita untuk sedikit berbohong untuk kesenangan sementara.
 
Berikut Ciri-Ciri Pria Menyembunyikan Status Pernikahannya :
      1.   Lepas cincin
Karena ukurannya yang kecil, cincin perkawinan adalah hal termudah yang bisa disembunyikan. Jika Anda menanyakan keberadaan cincin tersebut, sebenarnya percuma saja.

2. Tidak bertanya status

Saking dimabuk kepayang, biasanya perempuan lupa untuk bertanya status perkawinan lelaki yang sedang dekat dengannya. Jika lelaki ini tidak ditanya, tentu saja ia enggan membeberkannya pada Anda demi keberlangsungan hubungan.

3. Rumah tinggal

Si dia akan bungkam atau justru memberikan alamat lain saat Anda menanyakan di mana ia tinggal bersama isteri dan anaknya. Ia ingin bersenang-senang di luar bersama Anda dan ingin tetap bahagia di rumah. Anda dan isterinya tidak akan dilibatkan satu sama lain sehingga masing-masing menjadi steril. 

4. Alihkan pembicaraan

Saat Anda membicarakan perkawinan dalam hubungan Anda dan si dia, tentu saja ia akan menghindar dengan mengganti topik pembicaraan. Atau ia akan menanggapi dengan malas-malasan sehingga tidak terlihat antusias.

5. Aksi diam

Ia akan bertahan untuk tidak terpancing saat Anda berkomentar tentang pernikahan atau pembicaraan yang bertemakan keluarga. Menurutnya, ini hanyalah sebuah pancingan yang akan membuat statusnya ketahuan dan membuat runyam.

6. Menghindari mal

Tempat umum adalah momok mengerikan baginya. Ia akan sangat takut kepergok isteri, saudara atau teman-teman keluarga. Jika Anda bertemu dengannya saat dalam keramaian, ia seketika akan berubah menjadi orang rumahan yang betah hanya duduk dan mengobrol berdua dengan Anda.

7. Kencan akhir pekan

Ia akan jarang berkencan dengan Anda di akhir pekan dengan berbagai alasan dan tiba-tiba ia akan menjadi sulit dihubungi. Namun, sesekali, supaya kecurigaan Anda tidak bertumbuh, ia akan meluangkan ngapel di sebuah akhir pekan.

8. Nomor telepon khusus

Alih-alih ingin memberikan akses istimewa untuk Anda, ia memberikan satu nomor yang bisa Anda hubungi. Padahal tahukan Anda, saat nomor tersebut aktif, nomor lain yang hanya diketahui oleh keluarga sedang ia matikan, supaya isteri di rumah tidak bisa menghubunginya.

9. Menolak pembicaraan soal keluarga

Laki-laki berprinsip bahwa saat di rumah, ia adalah suami tetapi jika di luar, ia adalah lajang sejati. Mungkin teman-temannya juga begitu. Jika ada saat berkumpul tidak resmi bersama teman-temannya, ia tentu sudah berpesan agar tidak membicarakan yang berbau tentang kelaurha. Tentu saja teman-temannya sudah paham benar.

10. Menjauhkan Anda dari keluarga
nya
Ia memang mengenalkan Anda pada teman-temannya, tapi dia tidak pernah mengenalkan adik, kakak, atau saudaranya pada Anda. Baginya, teman lebih bisa diajak kompromi daripada keluarga. Jika suatu saat Anda dan dia sedang hang out beramai-ramai dan bertemu kelaurganya, Anda tidak akan diperkenalkan secara khusus.

11. Berbohong pekerjaan

Jika Anda bertemu bukan dalam acara resmi, besar kemungkinan ia akan berbohong tentang pekerjaan dan alamat kantor di mana dia bekerja. Anda akan dianggap sebagai man killer karena berpotensi mengadukan kelakuannya pada atasannya.

12. Hanya berdua

Bersama dengan si dia, teman Anda tidak bertambah karena ia cenderung melindungi Anda dari berbagai relasi yang akan membahayakan. Teman-teman yang akan diajak hang out bersama dengan Anda pasti hanyalah teman yang itu-itu saja.

13. Foto

Ia tidak akan menaruh foto keluarga, anak dan isterinya di dompet. Terlalu berbahaya. Jika ia melakukannya, ia pasti akan secepat kilat menutupnya kembali agar tidak terlihat oleh Anda dan Anda tidak akan bertanya lebih jauh.

Sunday, 19 May 2013

Tanda-Tanda Bahwa Seseorang Itu Posesif

0

Sikap posesif pasangan terkadang bisa diartikan sebagai tanda perhatian si dia. Namun, sikap jika posesif si dia mulai membuat hidup Anda terasa terkekang, kondisi ini biasanya berujung pada keretakan hubungan. Perlu diketahui, hubungan yang sehat selalu ditandai sikap-sikap saling menghormati kebebasan pribadi pasangan, tetapi tetap dalam kerangka komitmen yang sehat. Bagaimana dengan kekasih Anda? Apakah dia selalu memaksakan kehendaknya atau sebaliknya, selalu menunjukkan sikap dewasa dalam menjalani hubungan ini? Anda perlu tahu ciri pasangan yang punya sikap posesif, seperti dikutip dari Times of India : 
  • Bersikeras Mengetahui Keberadaan Anda
Tanda paling jelas dari kekasih posesif adalah selalu ingin mengontrol hidup Anda. Jika dia tidak dapat menghubungi Anda melalui telepon, dia akan menginterogasi Anda untuk mendapatkan jawaban rinci dan detail.
  • Menghubungi Berkali-Kali
Dia akan menghubungi Anda berkali-kali dalam sehari hanya untuk memastikan bahwa Anda baik-baik saja. Tentu saja ini bisa mengganggu, apalagi bila dia sampai mengirim SMS atau menelepon Anda meski sudah larut malam. Lama kelamaan, tentu Anda tidak merasakan hal ini sebagai perasaan cinta. Sikap overprotektif bisa membuat seseorang merasa tidak nyaman.
  • Menganggap Anda Adalah Teman Si Dia Satu-Satunya .Baginya, Anda adalah segalanya.
Dia juga menuntut Anda berlaku demikian. Semua hal yang dia lakukan harus dilalui berdua. Lama kelamaan, hal ini tentu bisa membuat Anda sulit bergerak. Jika Anda merencanakan jalan-jalan dengan teman-teman atau sekadar memanjakan diri, si dia akan menafsirkan bahwa Anda mengabaikannya. Dia akan marah dan mungkin akan membuat Anda merasa serba salah. 
  • Si Dia Ingin Anda Benar-Benar Kenali Kehidupannya
Banyak wanita berpikir, kecemburuan dari kekasih mereka akan membuat wanita merasa dihargai dan penting. Perbedaan antara cemburu dan posesif adalah ketika kekasih tidak puas dengan hanya mengetahui bahwa orang itu memperhatikan Anda. Dia akan menggali lebih lanjut dan bertanya seputar pendapat Anda tentang dirinya.
  • Selalu Mengatur Dalam Segala Hal
Dia akan menuntut Anda, selalu mengambil jejak pendapat sendiri. Apapun yang Anda lakukan harus dengan aturan dan perintahnya sendiri. Ini sangat mengekang Anda gak sedikitpun Anda diberi Kebebasan.
  • Raja Gombal                                                     
Dia sering mengirimkan kata-kata manis yang terlalu berlebihan dan lebih seperti omong kosong, sepanjang hari! 
  • Dia yang menentukan aturan dalam hubungan kalian                      
Hanya caranya yang dianggap benar. Jika kalian mencoba menggunakan cara kalian sendiri, dia akan mulai mencurigai kalian macam-macam.
  • Dia sering bertanya      
Apakah kalian benar-benar menyayanginya?' berkali-kali. Tentu saja mempertanyakan hal ini memang wajar, tapi jika dia menanyakan secara terus-menerus, misalkan lebih dari lima kali sehari, ini tentu bukan hal yang wajar.
  • Dia Inign Menghilangkan Memori Masa Lalu Kamu
Dia ingin kalian memblokir semua mantan kalian dari Facebook, tanpa alasan.
  • Dia selalu memeriksa telepon genggam                                        
Dia selalu memeriksa telepon genggam kalian dan menanyakan semua pesan keluar yang tidak ditujukan padanya. Ini membuat kalian harus menjelaskan apa perlunya pesan yang kalian kirimkan.
  • Selalu Memantau Jejaring Sosial Kita                                    
 Dia memaksa untuk meminta akun email dan jejaring sosial kalian beserta kata sandi untuk memudahkannya mengecek apa saja yang kalian lakukan.
  • Ditinggalin teman-teman dekat kita
Dengan berjalannya waktu, kalian menyadari telah banyak menjauh dari teman-teman kalian. Saat kalian berencana keluar bersama teman-teman, dia akan mengatakan "Sayang, kenapa kau tidak pergi bersamaku saja?"
  • Kurang Bersosialisasi                                         
  Kalian sadar bahwa dia tidak banyak memiliki teman. Dia menghabiskan setiap waktunya untuk bersama atau berkomunikasi hanya dengan kalian.
  • Ketika diajak pergi bersama teman-teman, dia akan mulai melakukan interogasi pada mereka mengenai apa yang kalian ceritakan tentang dia, bagaimana hubungan kalian dengan mantan, dan apa yang bisa dilakukannya agar bisa lebih dekat bersama kalian.
  • Dia tak pernah berhenti berbicara mengenai rencana masa depannya bersama kalian. Bagaimana dia akan menikah, memiliki anak dengan kalian. Ini sudah dilakukannya saat kalian baru berpacaran dua minggu.

Nah, ternyata sifat posesif bukan hanya bersifat negatif namun ada juga sisi positifnya. Jadi apakah sifat posesif  itu diperlukan? Yuk, kita lihat aja di bawah ini :
  • Kerugiannya :
  1. Membuat pasangan risih karna dia harus selalu menjawab pertanyaan pertanyaan sama tiap waktu 
  2. Membuat hubungan jadi tidak nyaman bagi keduanya. 
  3. Dosa karena pikiran selalu dipenuhi prasangka buruk.

  • Keuntungannya :
  1. Yang posesif pasti benar-benar mencintai dengan seluruh hati. dan tak usah meragukan cintanya. 
  2. Bila saling mengerti maka hubungan akan langgeng ( harus punya rasa saling mengerti).
Nah, inilah Penyebab Seseorang Menjadi Posesif Dalam Menjali sebuah Hubungan

Penyebab terbesar adalah rasa insecure atau tidak aman. Perasaan khawatir bahwa pasangan akan meninggalkan kita karena kita tidak sempurna di matanya, suka membanding-bandingkan dengan orang lain hingga rasa tidak nyaman akan diri sendiri bisa membawa seseorang ke sifat posesif.
Orang yang terlalu cinta, akan bertindak berlebihan. Adapula yang pernah diselingkuhi jadi punya ketakutan berlebihan. Pernah menjadi orang yang berkhianat juga menjadi faktor utama yang datang dari diri sendiri. "I'm not good enough for my partner itu paling sering diucapin orang yang posesif sehingga dia jadi suka membanding-bandingkan dirinya sama orang lain dan enggak akan pernah bahagia
Sedangkan faktor dari luar juga banyak, mulai dari pasangan yang memang punya 'sejarah' nakal sehingga rasa percaya sulit dibangun. Keadaan kerja pasangan yang penuh godaan, hingga omongan orang lain yang mempengaruhi jalannya hubungan. Kemudian orang yang posesif biasanya memiliki sejarah suka mempermainkan orang lain alias 'player'. "Orang-orang posesif adalah orang yang dulunya banyak dosanya. Itu paling sering ditemui, dimana dia dulu tukang laba, suka pacaran dan lirik sana sini.
 
Tips menghadapi pacar posesif
  • Yakinkan perasaannya
Sifat posesif biasanya dipicu oleh rasa tidak aman (insecurity) yang bisa dipicu oleh banyak hal. Kemungkinannya, bisa jadi dia terlalu sayang sama kamu atau di matanya kamu pacar sempurna hingga dia takut sekali kehilangan kamu. Bisa juga dia trauma karena di hubungan terdahulu pernah dikhianati, atau memang karena masalah psikologis lainnya yang membuat pikirannya tidak pernah tenang.
Di sinilah saat kamu harus berbicara serius dengannya dan yakinkan dia bahwa kamu memang sungguh-sungguh berpacaran dengannya, kamu akan selalu berusaha menjadi yang terbaik dan tidak ada niat sedikitpun untuk menyakiti sehingga seharusnya dia tidak perlu khawatir berlebihan. Lakukan ini kalau kamu memang mau menjalani hubungan serius dengannya. Dan kalau sifat posesifnya mengganggu, kamu juga harus memberi tahunya, siapa tahu dia memang tidak sadar atau justru sengaja melakukannya untuk mengekang kamu,
  • Take a Stand, Make a Space
Jangan karena rasa sayang, takut, atau malas berantem, kamu kemudian jadi super nurut dengannya. Super nurut dalam arti kamu mulai berbagi password Facebook, Twitter, e-mail, pin ATM, dan membiarkannya mengecek handphone dan e-mail kamu. Stand up for yourself, man! Everybody needs a little privacy, bahkan pasangan suami dan istri yang sudah menikah berpuluh tahun sekali pun! Jelaskan kenapa kamu membutuhkan space itu. Bisa menjadi diri sendiri dan punya waktu untuk diri sendiri adalah ciri hubungan yang sehat. Terlalu sering bersama juga bisa memicu rasa bosan, bukankah menyenangkan kalau sesekali kalian bisa hang out hanya dengan teman-teman dekat atau keluarga saja?
Jadi jelaskanlah hal ini dengan pacar kamu sehingga dia mulai bisa belajar mengerti. Kamu tidak perlu berbohong atau sembunyi-sembunyi kalau kamu memang ada meeting dengan klien perempuan atau justru mau hang out dengan teman lama yang kebetulan perempuan. Ini salah satu cara menunjukkan sikap kalau kamu jujur karena kamu memang tidak punya intensi apa-apa kepada mereka. Kamu juga tidak harus membalas pesannya terus-terusan dengan.
  • Kenalkan Dia dengan Teman-Teman Kamu
Entah itu teman kantor atau teman main, yang pasti kenalkan dia dengan teman-teman akrab kamu baik yang laki-laki maupun perempuan. Mungkin dia tidak akan ikutan hang out, tapi dengan mengenal lingkungan kamu, dia bisa merasa lebih aman. Tunjukkan juga kalau kamu memang mempunyai pergaulan yang luas bahkan dengan lawan jenis, tapi tidak berarti itu membuat kamu gampang beralih ke lain hati atau sibuk flirting sana-sini. Kamu juga bisa menunjukkan bagaimana kamu menjaga sikap kamu dengan teman-teman perempuanmu. Bisa saja dia justru jadi akrab dengan mereka, kan?
  • Have some quality time and remind her why she is special
Okay, kamu sudah berusaha berkomunikasi dan membangun batas dengan keposesifannya sekarang dan cara  lain untuk membuatnya lebih rileks adalah dengan menghabiskan waktu bersama. Go out on a pleasant date, spend some happy time only with the both of you. Kalian bisa liburan atau sekedar masak bareng, keliling kota, olah raga bersama, dan semacamnya.  Atau "napak tilas" masa-masa PDKT atau pas awal pacaran dulu bisa jadi sesuatu yang lucu. Lakukan hal-hal seru bersama yang bikin dia happy. A happy mind usually thinks with better sense. Dan ini mungkin juga bisa memupuk rasa percaya pada diri kamu sehingga dia tidak jadi terlalu insecure. Jangan lupa sesekali lemparkan pujian padanya, biar dia ingat kenapa kamu jatuh cinta padanya pertama kali
  • If  it Gets Out of Hand
Well, kamu bisa saja sudah melakukan segala cara tapi ternyata kepribadian dan cara dia berpikir memang sudah "twisted". Kalau dia masih tidak berubah juga dan malah justru semakin insecure dan mengekang, saya rasa kamu berhak mempunyai hubungan yang lebih baik, dewasa, menyenangkan, dan nggak bikin mental kamu capek.
  • Bangun suasana nyaman dengan pasangan
Sikap posesif pasangan bisa diakibatkan oleh perasaan curiga dan tidak nyaman terhadap kegiatan yang Anda jalani sehari-hari.
Duduk bersama dan membicarakan hal tersebut dapat menjadi alternatif terbaik dalam hal ini. Bangun rasa percaya di dalam diri pasangan Anda dengan meyakinkan bahwa tidak akan terjadi apa-apa di dalam hubungan tersebut.
  • Bangun hubungan baik antara pasangan dengan sahabat
Hal lain yang dapat menjadi pemicu adalah rasa curiga terhadap hubungan Anda dengan sahabat.
Pasangan merasa ada sesuatu yang spesial antara Anda dengan sahabat, oleh karena itu kenalkan pasangan Anda dengan sahabat dan yakinkan bahwa tidak ada sesuatu yang spesial di dalamnya yang dapat merusak hubungan Anda dengan pasangan.
  • Manfaatkan Waktu
Berpacaran bukan berarti Anda menghabiskan waktu berjam-jam dan berhari-hari dengan pasangan.
Jelaskan kepada pasangan bahwa Anda juga membutuhkan waktu untuk dihabiskan bersama lingkungan sekitar seperti keluarga dan sahabat. Kemudian, sarankan kepada pasangan bahwa waktu yang dia miliki juga tidak selamanya dihabiskan untuk berpacaran, namun bisa digunakan untuk kegiatan bermanfaat lainnya seperti menjalankan hobi.
  • Jujur
Dasar untuk menjalankan hubungan yang baik dan awet adalah kejujuran, sehingga terapkan hal ini dalam menjalankan hubungan dengan pasangan.
Bercerita jujur pada pasangan meskipun keadaannya terkadang bisa memicu rasa cemburu atau bahkan keretakan dalam hubungan, namun hal itu bisa menjadi bukti kalau Anda memang tidak pernah berbohong dan serius terhadap pasangan.
  • Luangkan waktu bersama
Makan malam bersama bisa menjadi salah satu alternatif untuk menghabiskan waktu berkualitas dengan pasangan. Ditambah dengan ngobrol-ngobrol santai yang dapat membangun kedekatan dan rasa nyaman.

Berbagai Sumber......

Friday, 17 May 2013

7 Tanda Anda Sudah Siap Cari Kekasih Baru

0


Menyakitkan dan membuat galau. Tak ada yang bisa menyangkal hal itu. Tapi dunia tidak akan berakhir hanya karena Anda tak lagi bersama sang kekasih. Lama kelamaan, perasaan sedih dan kecewa akan hilang dengan sendirinya dan Anda pun siap menjajaki kisah asmara yang baru. Kapan momen itu datang? Yaitu ketika Anda sudah merasakan tujuh tanda move on ini, seperti dilansir Gal Time.
  • Tidak Menangis Lagi
Ketika Anda tak marah dan air mata pun sudah tak mengalir lagi saat teringat bagaimana mantan menyakiti hati, ini merupakan tanda bahwa Anda mulai bisa move on. Apakah perasaan Anda merasa netral dan tidak bergejolak lagi saat bertemu mantan? Atau Anda sudah bisa mengatur emosi tetap tenang ketika berhadapan dengannya? Jika ya, Anda bisa memastikan kalau hati Anda sudah siap untuk seseorang  yang lebih baik.
  • Tak Ada Lagi Pembicaraan Tentang Mantan
Jika Anda sering membicarakan mantan kekasih kepada teman, rekan kerja dan keluarga, itu berarti masa lalu masih menghantui perasaan dan pikiran. Anda tidak bisa sekali saja tidak membahas tentangnya dalam setiap percakapan dengan orang lain. Yang artinya, Anda masih belum bisa move on. Tapi ketika Anda secara tidak sadar tak pernah lagi berbicara tentangnya selama satu, dua minggu bahkan berbulan-bulan, tandanya Anda telah berhasil membebaskan pikiran dari bayang-bayangnya.
  • Hilang Hasrat untuk Berkomunikasi
Di masa-masa awal putusnya hubungan asmara, biasanya ada kecenderungan untuk menelepon, SMS, BBM atau chat dengan mantan kekasih. Hal itu menandakan perasaan Anda masih bergantung padanya, dan masih memikirkan dia. Tapi ketika keinginan itu hilang, Anda bisa berkata pada diri sendiri, kalau Anda telah siap untuk berkencan lagi.
  • Kembalinya Kepercayaan Diri
Putusnya hubungan asmara, secara langsung atau tidak langsung bisa menghilangkan kepercayaan diri seseorang. Merasa tidak cukup baik untuk kekasih, kekhawatiran kalau dirinya tidak terlalu cantik  atau ganteng (karena diselingkuhi), dan berbagai pikiran negatif lainnya. Tapi bila perpisahan justru meningkatkan rasa percaya diri dan membuat Anda merasa bebas, Anda jadi lebih menghargai diri sendiri dan siap untuk mencari kekasih baru yang lebih menyayangi Anda apa adanya.
  • Belajar dari Pengalaman
Pengalaman buruk karena putus cinta bukan untuk ditangisi selamanya. Tapi jadikanlah pengalaman tersebut sebagai pembelajaran untuk jadi lebih baik ke depannya. Orang cenderung melakukan kesalahan yang sama berkali-kali dalam percintaan. Jika Anda sudah bisa introspeksi diri, menyadari kesalahan yang membuat hubungan kandas, maka Anda sudah bisa menjalin asmara lagi dengan  orang lain dan menjadi pasangan yang lebih baik dan pengertian dari sebelumnya.
  • Punya Harapan
Stop memikirkan bahwa hanya mantan kekasih yang sudah menyakiti hati Anda satu-satunya Dia yang Anda cintai di dunia ini. Yakinlah, masih banyak di luar sana yang lebih baik dari sang mantan. Ketika Anda memiliki harapan tentang hal tersebut, maka jalan untuk mendapatkan hubungan asmara yang sehat, langgeng dan awet pun terbuka lebar. Karena Anda sudah bisa menatap ke depan tanpa menoleh masa lalu.
  • Ada Orang Lain yang Menarik Perhatian
Ketika Anda tak lagi memikirkan mantan, tapi lebih memperhatikan seseorang yang  lucu dan menarik di kantor,  yang ditemui di pesta teman atau di mana aja, berarti Anda sudah mampu move on. Ketika tertarik dengan orang lain, Anda sudah mulai meninggalkan bayang-bayang mantan dari pikiran dan siap untuk menapaki kisah cinta yang baru.

sumber :
 
http://wolipop.detik.com

Saturday, 4 May 2013

Planning and Preparation yang Perlu di Lakukan Sebelum Menikah

0

Pernikahan merupakan suatu moment yang sangat ditunggu-tunggu oleh semua orang selain itu juga pernikahan adalah acara sakral atau suci sehingga untuk pelaksanaanya kita semua ingin tampil sempurna, untuk menciptakan kesempurnaan pernikahan tersebut kita sering dipusingkan oleh berbagai hal mengenai persiapan pernikahan sehingga menimbulkan kekhawatiran seperti rasa takut, stres, dan mendadak ragu kerap yang  dialami calon pengantin menjelang pernikahan/perkawinannya. Untuk itu ada baiknya kita mencoba mengatur diri kita dengan baik dan tetap tenang agar persiapan pernikahan berjalan sesuai rencana

Persoalan kesiapan menikah tak hanya menjadi penentu retak dan langgengnya bahtera rumah tangga. Persoalan ini juga penting mengingat maraknya perceraian juga disebabkan oleh lemahnya persiapan sebelum menikah. Pergaulan bebas muda mudi pun bisa jadi menjadi pelarian karena mereka belum memahami konsep pernikahan atau tidak mampu mempersiapkan pernikahan sehingga cenderung menunda pernikahan. Dari sinilah pentingnya untuk dipahami hal-hal yang harus dipersiapkan untuk menikah.

Bagi yang muslim persiapan ini yang paling utama adalah penguatan aqidah. Setiap muslim wajib meyakini bahwa Allah SWT berkuasa memampukan hamba-hamba-Nya yang menikah di jalan-Nya. Sikap tawakkal kepada Allah SWT juga harus dipupuk sejak dini sebagai bekal menapaki berbagai persoalan kehidupan rumah tangga. Intinya, kekuatan aqidah menjadi benteng bagi setiap muslim dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Aqidah yang kuat juga akan menjaganya untuk tetap menyelesaikan semua persoalannya menurut hukum syariat.
  1. Pintar Mengendalikan Emosi.Anda harus bisa mengendalikan emosi setelah berkeluarga. Terkadang, anak-anak sering rewel atau ngambek yang membuat Anda merasa lelah dan marah. Anda perlu belajar mengatasi emosi agar keadaan tidak semakin runyam. Apalagi jika terbiasa marah dengan suara keras serta tindakan yang bisa menyakitkan orang lain. Pembekalan diri untuk pengendalian emosi penting dilakukan sebelum menikah.
  2. Berkomunikasi dengan Baik.Komunikasi kerap kali menjadi masalah yang dapat menghancurkan pernikahan. Jika Anda selalu mengeluh, mengkritik, mengabaikan nasihat pasangan, dan  membuat pasangan merasa sakit hati karena omongan Anda, bisa-bisa rumah tangga pun rusak. Untuk itu, Anda perlu belajar cara berkomunikasi dengan baik, tenang, serta saling menerima kritik dan saran dari pasangan sebelum ke jenjang yang lebih serius.
  3. Bisa Menyatukan Perbedaan.Semua pasangan pasti memiliki perbedaan. Oleh karena itu, Anda dituntut untuk bisa menyatukan perbedaan tersebut supaya hubungan tetap hangat dan terjaga. Mungkin perbedaan yang ada hanyalah hal sepele, seperti selera film yang tidak sama, tempat tinggal, bagaimana mengatur uang, hingga memperbaiki kehidupan seks. Kalau perbedaan sudah dapat diatasi sebelum menikah, Anda akan lebih mudah melangkah kedepannya untuk menciptakan keluarga yang sukses.
  4. Selalu Mempunyai Pikiran Positif Terhadap Pasangan.Berpikir positif itu tidak mudah. Pasti ada kecurigaan yang timbul saat pasangan melakukan sesuatu yang janggal. Namun, pikiran positif bisa membuat Anda lebih bahagia. Tersenyumlah setiap bertemu si dia, tertawa ketika dia 'melucu', ungkapkan rasa kasih sayang, terbuka dengan pasangan, dan tunjukkan bahwa Anda mencintainya. Dengan demikian, Anda jadi terbiasa berpikiran positif saat menikah nanti. 
  5. Persiapan mental.Merupakan hal yang tidak bisa diremehkan. Sebelum memasuki jenjang pernikahan, calon pengantin harus mempersiapkan mentalnya terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan pasangan anda memiliki berbagai karakter yang berbeda dengan diri anda. Dengan persiapan mental yang baik, anda akan mudah menerima perbedaan didalam kehidupan rumah tangga nantinya. Dalam persiapan pernikahan  kita perlu membangun keberanian yang cukup besar untuk memulai kehidupan bersama dengan orang lain. Maka itu, persiapan mental perlu dilakukan Anda berdua. Caranya, dengan bersikap jujur dan terbuka. Ungkapkan kelemahan dan kelebihan masing-masing. Jika ada sesuatu yang masih mengganjal dalam hibungan Anda dan si dia, segera selesaikan. Belajarlah untuk menghargai kebersamaan dan “keberduaan”. Percayalah, semakin mengenal pasangan, Anda akan makin yakin menjalani hidup baru bersamanya. 
  6. Saling menghargai.Tingkatkan toleransi dan tekanlah ego Anda. Jangan membesar-besarkan masalah. Hargai pendapat orang lain (termasuk pendapat keluarga masing-masing). Banyak pasangan yang menjelang nikah berselisih paham, hanya karena perbedaan pendapat tentang persiapan pernikahan yang sebenarnya tidak perlu dipermasalahkan. Ingat, bukan penyelenggaraan pernikahan yang penting, melainkan pernikahan itu sendiri.                        
  7. Komunikasi Tanpa Putus.Anda dan dia sebaiknya menjadi tim yang kompak di depan keluarga Anda berdua. Kadang yang bikin perempuan stres adalah sikap pasangan yang seakan tidak peduli. Makanya, ajak pasangan terlibat dalam persiapan pernikahan (wedding planner/organizer). Sering-seringlah berdiskusi soal persiapan pernikahan. Beri dia tanggung jawab sehingga dia merasa dibutuhkan. 
  8. Agenda Harian.Tuliskan di agenda Anda apa saja yang telah dikerjakan pada hari itu pada saat menjelang tidur. Buatlah rencana apa yang akan dikerjakan keesokan harinya. Dengan menulis seperti ini, Anda dapat mengevaluasi kegiatan Anda. Hal ini membuat Anda lebih tenang karena telah melakukan banyak hal dalam management persiapan pernikahan.             
  9. Libatkan Keluarga.Agar Anda tidak stres sendiri, mintalah bantuan keluarga. Bentuklah kepanitiaan. Berikan tanggung jawab cukup besar pada orang kepercayaan Anda untuk mengurus persiapan pernikahan. Atau, kalau tidak mau repot, manfaatkan saja jasa wedding organizer, wedding planner, wedding service, penyelenggara paket pernikahan dan sebagainya.                                
  10. Manjakan Diri.Persiapkan tubuh Anda untuk memasuki dunia pernikahan. Istirahat yang cukup dan konsumsi makanan yang sehat agar tubuh Anda fit di hari-H. Manjakan diri Anda. Biasanya, stres langsung hilang begitu Anda mendapat partner yang tepat untuk bergembira.                         
  11. Enjoy Saja.Jadikan pengalaman menjadi pengantin yang sekali seumur hidup itu seperti menghadapi kejutan bahagia yang tak terduga. Jangan menjadikan hari pernikahan seperti menghadapi ujian atau pun saat-saat yang terasa mengerikan hanya karena cemas akan prosesi acara pernikahan akan berjalan lancar atau tidak, serta kehidupan setelah pernikahan. Nikmati saja setiap moment penting yang terjadi dalam hidup Anda. Dan pada hari-H, tersenyumlah dan jangan memikirkan kekurangan yang Anda lihat. Bergembiralah karena hari itu adalah hari terpenting dalam hidup Anda. 
  12. Persiapan Fisik dan Pola Pikir.Kesehatan fisik merupakan unsur persiapan pernikahan yang tidak boleh dilewatkan. Anda tentunya tidak menginginkan kondisi tubuh yang buruk ketika upacara pernikahan berlangsung. Menjaga kesehatan fisik juga dapat memberikan aura kecantikan yang lebih baik saat acara pernikahan. Untuk menjaga kesehatan fisik, anda dapat melakukannya dengan berolahraga dan mencukupi kebutuhan gizi. Persiapan pernikahan yang terakhir adalah persiapan pola pikir. Status anda setelah menikah bukan lagi sebagai lajang. Anda harus mampu merencanakan kehidupan keluarga anda untuk masa depan. Mulailah dengan merencanakan kondisi financial setelah menikah, merencanakan kapan mempunyai anak, dan belajar mengenai kewajiban sebagai seorang istri.

Khusus untuk Seorang Pria, persiapan apa saja yang perlu mereka lakukan sebelum melangkah menuju sebuah pernikahan :
  • Persiapan Finansial                                                   
Walau bukan yang utama, tapi kayanya di jaman yang serba sulit ini, faktor finansial memang akan menggeser faktor-faktor yang lainnya. Finansial sangat dibutuhkan untuk: biaya nikah, meliputi pengurusan administrasi pernikahan berikut penghulunya yang biasanya sudah satu paket dari KUA, biaya maskawin atau mahar dan biaya walimahan atau pesta pernikahan. Selain ketiga hal tersebut, semisal resepsi di hotel, atau rencana bulan madu ke suatu tempat, itu hanya tinggal mengukur kemampuan anda masing-masing saja. Sebenarnya bukan dilihat dari besarnya finansial tersebut, tapi terpenuhinya semua syarat pernikahan dengan dana yang ada. Jangan bilang gak punya dana, terus mau nekat menikah. Saya jamin gak akan ada calon mertua yang sudi melirik anda untuk menikahkan anda dengan anak putrinya. Jadi ingatlah butuh persiapan matang untuk dapat memenuhi faktor finansial Anda. Jadi giatlah untuk bekerja.
Islam tidak menghendaki kita untuk berpikiran secara materialistis, yaitu hidup yang hanya berorientasi pada materi. Namun, bagi seorang calon suami, yang akan mengemban amanah sebagai kepala keluarga, maka diutamakan dan diupayakan adanya kesiapan calon suami untuk menafkahi bagi istri dan keluarganya nanti.
  • Faktor Fisik                                                
Faktor fisik ini diperlukan karena anda akan mengendarai bahtera rumah tangga yang akan segera mengarungi samudera luas, yang didalamnya pasti akan ada ombak dan badai yang akan menghadang. Dan faktor fisik ini meliputi, kemampuan untuk berhubungan suami istri, bukan lagi anak-anak alias ketika anda sudah berkeinginan menikah maka anda harus cukup umur, memang belum ada batasan cukup umur yang valid namun ketika anda sudah bias bereproduksi. Maka untuk itu anda harus sehat, menjaga kesehatan anda bisa dengan makan makanan yang bergizi dan bernutrisi, berolahraga, juga hilangkan kebiasaan merokok, minum minuman keras apalagi narkoba. Menikah itu bukan cuma buat setahun atau dua tahun, tapi sampai anda kakek dan nenek. Jadi nanti kalau sudah tua, anda akan tetap sehat dan bugar.
Persiapan fisik ini ditandai dengan kesehatan tubuh kita yang memadai, sehingga kedua belah pihak akan mampu melaksanakan fungsi diri sebagai suami ataupun isteri secara optimal. Sebelum menikah, jika perlu kita periksakan kesehatan tubuh, terutama faktor yang mempengaruhi masalah reproduksi dan lainnya.
Apakah organ-organ reproduksi dapat berfungsi baik, atau adakah penyakit tertentu yang diderita yang dapat berpengaruh pada kesehatan janin yang kelak di kandungnya. Bila ditemukan penyakit atau kelainan tertentu, segeralah berobat. Begitupula sebaliknya untuk sang calon suami.
  • Faktor Mental
Menikah bukan hanya sebagai status menghilangkan masa lajang. Tapi, menikah itu cuma pintu gerbang aja dan ketika anda sudah memasuki gerbang tersebut maka anda baru akan merasakan bagaimana menjalani kehidupan rumah tangga. Tidak ada rumah tangga yang sempurna, karena dalam menjalani kehidupan rumah tangga semua persoalan kecil bisa menjadi sebuah masalah besar, dan perlu sikap bijak dan mental yang kuat dalam menghadapinya. Di sini Faktor mental dan kepribadian anda yang buruk mesti harus di ubah. Jangan sampai ke-egoisan anda membuat anda selalu ingin menang dari segala perselisihan di rumah tangga anda.
  • Persiapan Sosial
Setelah nanti kedua calon pengantin menikah, maka status sosial di masyarakat pun akan berubah. Mereka berdua bukan lagi seorang gadis dan lajang, tetapi telah berubah menjadi keluarga. Sehingga mereka juga harus mulai membiasakan diri untuk terlibat dalam kegiatan di kedua belah pihak keluarga atau di masyarakat dengan kegiatan sosial. Semua persiapan ini, tidak begitu saja dapat diraih, melainkan perlu waktu dan proses belajar menuju kesana. Karena itulah, saat kita masih memiliki banyak waktu, dan belum terikat nantinya oleh kesibukan rumah tangga, maka berupaya untuk diri kita menuntut ilmu sebanyak-banyaknya guna persiapan menghadapi rumah tangga yang harmonis.

Meskipun saya belum menjalani semua itu. Tapi dengan adannya tulisan ini, kita bisa mendapatkan banyak-banyak pengetahuan untuk persiapan menuju ke arah jenjang pernikahan.
Semoga kita yang belum melaksanakannya, kelak mendapatkan yang terbaik dan dapat mempertahankan bahtera rumah tangga kita nantinya. Amiin..Amiin...
Berbagai Sumber..


Friday, 19 April 2013

10 Tanda Pria Ini Naksir Anda

2

Apakah Kamu sedang kebingungan menebak-nebak cowok yang sedang dekat dengan Kamu saat  ini naksir atau hanya sekedar berteman biasa?
Tenang saja, ladies. Jangan bingung dan malah galau sendiri. Lebih baik amati tanda-tanda yang memang menunjukkan kalau dia naksir Kamu. Ya, benar. Saat seorang cowok naksir cewek di dekatnya, umumnya ada tanda-tanda khusus yang terlihat jelas pada sikapnya.
Tanda-tanda apa sajakah itu?
  • Sengaja bersentuhan
Saat pria sengaja menyentuh Anda selagi berbicara, ia merasa nyaman dan membuka dirinya untuk Anda. Entah itu hanya sekedar bersinggungan tangan atau bahu, ini adalah sebuah tanda pasti yang menunjukkan ia ingin dekat dan membutuhkan Anda di sampingnya.
  • Menurutnya Anda lucu
Baginya, Anda adalah sosok yang dapat membuatnya tertawa. Alhasil, ia akan selalu tampak ceria dan bahagia ketika berada di dekat Anda.
  • Anda adalah sumber informasinya
Saat ada sesuatu ia akan mencari Anda dan meminta pertolongan Anda. Bukan karena Anda hanya sosok yang dimanfaatkan saja, tetapi dibutuhkan di sini dalam artian sebenarnya ia bisa melakukannya, hanya saja ia ingin Anda melakukannya agar Anda dan ia punya waktu lebih banyak, dan ada alasan untuk dekat.
  • Dia sering menggoda Anda
Tidak bermaksud kasar atau mengganggu, ia sangat usil saat di dekat Anda dan gemar menggoda Anda. Ia menikmati bagaimana Anda cemberut dan tertawa geli melihat tingkahnya, dan hanya demi itulah dia sering browsing joke-joke untuk diceritakan kepada Anda.
  • Dia jadi peduli penampilan
Dulu sih dia cuek banget soal penampilan, tetapi saat ada janji keluar dengan Anda, ia akan buru-buru mandi dan memilih baju mana yang akan dipakai. Ia tak ingin terlihat buruk di mata Anda. Ia ingin agar Anda selalu melihatnya.
  • Dia gemar berbisik
Seperti dikutip dari iVillage, dokter Carole Lieberman mengatakan bahwa "saat ada pria berbisik di telinga Anda hanya untuk membahas hal-hal yang bukan rahasia, menandakan bahwa ia memang ingin lebih dekat dan intim dengan Anda." Hal ini dibahas dalam buku BAD GIRLS: WHY MEN LOVE THEM & HOW GOOD GIRLS CAN LEARN THEIR SECRETS.
Ia ingin merasakan hangatnya tubuh Anda, ingin merasakan chemistry dan menjalin klik dengan cara lebih dekat secara fisik.
  • Wajahnya memerah
Tiba-tiba wajahnya memerah saat tak sengaja Anda menangkapnya sedang mencuri pandang pada Anda. Mulut boleh berkata tidak, tetapi percayalah saat ini ia sedang naksir Anda. Mata tak pernah berbohong, ladies...
  • Ia menceritakan kehidupan asmaranya
Pria yang tak ingin menjalin hubungan asmara dengan Anda tidak akan diam-diam bercerita tentang kehidupan asmaranya dan menyebutkan bahwa saat ini ia sedang sendiri. Ingat kan kalau pria itu adalah makhluk yang gengsi. Ia tak akan membagikan informasi pribadinya sembarangan kepada orang yang tak ingin ia dekat dengannya.
  • Ia sering memuji
Ia mengagumi Anda dan begitu memperhatikan setiap detail dari diri Anda. Seringkali ia juga memuji Anda, tak hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan caranya melihat Anda.
  • Ia menunjukkan diri bahwa ia adalah pria
Anda tahu ia adalah seorang pria, tetapi dia ingin lebih menunjukkan dengan doing the man things. Ia akan berdiri lebih tegap, berusaha terlihat lebih tinggi dari Anda, mengambilkan atau membawakan barang-barang Anda, menjemput Anda, membayar saat sedang hang out. Well, setuju atau tidak, hal-hal seperti itu memang membuat gengsi dan kepercayaan diri pria naik, serta menunjukkan bahwa ia ingin dilihat sebagai seorang pria.

http://www.vemale.com

Perkembangan Psikologi Remaja ~ Karakter dan Permasalahannya

0

Masa remaja adalah masa perubahan. Ada lima perubahan yang universal dalam remaja
  • Perubahan tingkat emosi, biasanya emosinya lebih tinggi,
  • Perubahan pada tubuh yang sangat pesat,
  • Minat dan peran yang diharapkan dalam kelompok sosial,
  • Minat dan pola perilaku berubah maka nilai-nilai juga berubah dan apa yang dianggap penting pada masa kanak-kanak sekarang tidak penting lagi,
  • Sebagian besar remaja bersikap ambivalen terhadap suatu perubahan. Mereka menuntut adanya kebebasan tetapi mereka masih takut untuk bertanggung jawab.
Ciri-ciri masa remaja memiliki karakteristik yang khusus, dimana masa remaja adalah masa peralihan. Secara psikologis, masa remaja adalah usia dimana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa, usia dimana anak sudah tidak merasa lagi dibawah tingkat orang-orang yang lebih tua melainkan berada pada tingkatan yang sama, sekurang-kurangnya dalam masalah hak. Integrasi dalam masyarakat (dewasa) mempunyai banyak aspek efektif, transformasi intelektual yang khas dari cara berpikir remaja ini memungkinkan untuk mencapai integrasi dalam hubungan sosial orang dewasa, yang kenyataanya merupakan ciri khas yang umum dari periode perkembangan ini.
 
Secara umum, ciri-ciri masa remaja dapat dilihat dari beberapa segi perkembangan, diantaranya:

Masa remaja sebagai periode yang penting
Bagi sebagian besar anak muda, usia diantara dua belas dan enam vbelas tahun merupakan tahun kehidupan yang penuh dengan kejadian sepanjang menyangkut pertumbuhan dan perkembangan. Tak dapat disangkal, selama kehidupan ini perkembangan berlangsung semakin cepat, dan lingkungan yang baik semakin lebih menentukan, tetapi yang bersangkutan sendiri bukanlah remaja yang memperhatikan perkembangan atau kurangnya perkembangan dengan kagum, seang atau takut.
 
Masa remaja sebagai periode peralihan
Peralihan tidak berarti terputus dengan sesuatu atau berubah dari apa yang telah terjadi sebelumnya, melainkan lebih-lebih sebuah peralihan dari satu tahup perkembangan ke tahap berikutnya. Artinya apa yang telah terjadi sebelumnya akan meninggalkan bekasnya pada apa yang terjadi sekarang dan yang akan datang.
Masa remaja sebagai periode perubahan
Ada lima perubahan yang sama yang hamper bersifat unifersal. (1) meningginya emosi, yang intensitasnya tergantung pada tingkat perubahan fisik dan psikologis yang terjadi. (2) perubahan tubuh, bagi remaja masalah baru yang timbul tampaknya lebih banyak dan lebih sulit diselesaikan dibandingkan dengan masalah yang dihadapi sebelumnya. (3) perubahan minat. (4) perubahan perilaku. (5) ingin kebebasan dan takut bertanggung jawab.
Sedangkan menurut Hurlock, membagi ciri-ciri masa remaja menjadi lebih spesifik, seperti dibawah ini:
  • Masa remaja sebagai periode yang penting, karena perkembangan fisik, mental yang cepat dan penting dan adanya penyesuaian mental dan pembentukan sikap, nilai dan minat baru.
  • Masa remaja sebagai periode peralihan, adanya suatu perubahan sikap dan perilaku dari anak-anak ke menuju dewasa.
  • Masa remaja sebagai periode perubahan, karena ada 5 perubahan yang bersifat universal yaitu perubahan emosi, tubuh, minat dan pola perilaku, dan perubahan nilai.
  • Masa remaja sebagai usia bermasalah, karena pada masa kanak-kanak masalah-masalahnya sebagian besar diselesikan oleh guru dan orang tua sehingga kebanyakan remaja kurang berpengalaman dalam mengatasi masalah.
  • Masa remaja sebagai masa mencari identitas, karena remaja berusaha untuk menjelaskan siapa dirinya, apa peranannya.
  • Masa remaja sebagai usia yang menimbulkan ketakutan, karena adanya anggapan stereotip budaya bahwa remaja adalah anak-anak yang tidak rapih, yang tidak dapat dipercaya dan cenderung merusak, menyebabkan orang dewasa harus membimbing dan mengawasi.
  • Masa remaja sebagai masa yang tidak realistik. Karena remaja melihat dirinya sendiri dan orang lain sebagaimana yang diinginkan dan bukan sebagaimana adanya terlebih dalam cita-cita.
  • Masa remaja sebagai ambang masa dewasa, karena remaja mulai memusatkan diri pada perilaku yang dihubungkan dengan orang dewasa.

Perkembangan Psikologi Remaja
 Pada umumnya remaja didefinisikan sebagai masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa yang berjalan antara umur 12 tahun sampai 21 tahun.
 Setiap tahap perkembangan manusia biasanya dibarengi dengan berbagai tuntutan psikologis yang harus dipenuhi, demikian pula pada masa remaja. Sebagian besar pakar psikologi setuju, bahwa jika berbagai tuntutan psikologis yang muncul pada tahap perkembangan manusia tidak berhasil dipenuhi, maka akan muncul dampak yang secara signifikan dapat menghambat kematangan psikologisnya di tahap-tahap yang lebih lanjut. Berikut ini merupakan berbagai tuntutan psikologis yang muncul di tahap remaja, berdasarkan pengalaman penulis selama menjadi pendidik.
Remaja dapat menerima keadaan fisiknya dan dapat memanfaatkannya secara efektif
Sebagian besar remaja tidak dapat menerima keadaan fisiknya. Hal tersebut terlihat dari penampilan remaja yang cenderung meniru penampilan orang lain atau tokoh tertentu. Misalnya si Dewi merasa kulitnya tidak putih seperti bintang film, maka Dewi akan berusaha sekuat tenaga untuk memutihkan kulitnya. Perilaku Dewi yang demikian tentu menimbulkan masalah bagi dirinya sendiri dan orang lain. Mungkin Dewi akan selalu menolak bila diajak ke pesta oleh temannya sehingga lama-kelamaan Dewi tidak memiliki teman, dan sebagainya.
 Remaja dapat memperoleh kebebasan emosional dari orang tua
Usaha remaja untuk memperoleh kebebasan emosional sering disertai perilaku “pemberontakan” dan melawan keinginan orang tua. Bila tugas perkembangan ini sering menimbulkan pertentangan dalam keluarga dan tidak dapat diselesaikan di rumah , maka remaja akan mencari jalan keluar dan ketenangan di luar rumah. Tentu saja hal tersebut akan membuat remaja memiliki kebebasan emosional dari luar orangtua sehingga remaja justru lebih percaya pada teman-temannya yang senasib dengannya. Jika orang tua tidak menyadari akan pentingnya tugas perkembangan ini, maka remaja Anda dalam kesulitan besar. Hal yang sama juga dilakukan remaja terhadap orang-orang ‘yang dianggap sebagai pengganti orang tua’, guru misalnya.
 Remaja mampu bergaul lebih matang dengan kedua jenis kelamin
Pada masa remaja, remaja sudah seharusnya menyadari akan pentingnya pergaulan. Remaja yang menyadari akan tugas perkembangan yang harus dilaluinya adalah mampu bergaul dengan kedua jenis kelamin maka termasuk remaja yang sukses memasuki tahap perkembangan ini. Ada sebagaian besar remaja yang tetap tidak berani bergaul dengan lawan jenisnya sampai akhir usia remaja. Hal tersebut menunjukkan adanya ketidakmatangan dalam perkembangan remaja tersebut.
 Mengetahui dan menerima kemampuan sendiri
Banyak remaja yang belum mengetahui kemampuannya. Bila remaja ditanya mengenai kelebihan dan kekurangannya pasti mereka akan lebih cepat menjawab tentang kekurangan yang dimilikinya dibandingkan dengan kelebihan yang dimilikinya. Hal tersebut menunjukkan bahwa remaja tersebut belum mengenal kemampuan dirinya sendiri. Bila hal tersebut tidak diselesaikan pada masa remaja ini tentu saja akan menjadi masalah untuk perkembangan selanjutnya (masa dewasa atau bahkan sampai tua sekalipun).
 Memperkuat penguasaan diri atas dasar skala nilai dan norma
Skala nilai dan norma biasanya diperoleh remaja melalui proses identifikasi dengan orang yang dikaguminya terutama dari tokoh masyarakat maupun dari bintang-bintang yang dikaguminya. Dari skala nilai dan norma yang diperolehnya akan membentuk suatu konsep mengenai harus menjadi seperti siapakah “aku” ?, sehingga hal tersebut dijadikan pegangan dalam mengendalikan gejolak dorongan dalam dirinya. Maka penting bagi orang tua dan orang-orang ‘yang dianggap sebagai pengganti orang tua’ untuk mampu menjadikan diri mereka sendiri sebagai idola bagi para remaja tersebut.
 Selain berbagai tuntutan psikologis perkembangan diri, kita juga harus mengenal ciri-ciri khusus pada remaja, antara lain:
•    Pertumbuhan Fisik yang sangat Cepat
•    Emosinya tidak stabil
•    Perkembangan Seksual sangat menonjol
•    Cara berfikirnya bersifat kausalitas (hukum sebab akibat)
•    Terikat erat dengan kelompoknya
Secara teoritis beberapa tokoh psikologi mengemukakan tentang batas-batas umur remaja, tetapi dari sekian banyak tokoh yang mengemukakan tidak dapat menjelaskan secara pasti tentang batasan usia remaja karena masa remaja ini adalah masa peralihan.
 Pada umumnya masa remaja dapat dibagi dalam 2 periode yaitu:


1. Periode Masa Puber usia 12-18 tahun
Masa Pra Pubertas: peralihan dari akhir masa kanak-kanak ke    masa awal pubertas. Cirinya:

  • Anak tidak suka diperlakukan seperti anak kecil lagi
  • Anak mulai bersikap kritis
Masa Pubertas usia 14-16 tahun: masa remaja awal. Cirinya:
  • Mulai cemas dan bingung tentang perubahan fisiknya
  • Memperhatikan penampilan
  • Sikapnya tidak menentu/plin-plan
  • Suka berkelompok dengan teman sebaya dan senasib
Masa Akhir Pubertas usia 17-18 tahun: peralihan dari masa      pubertas ke masa adolesen. Cirinya:
  • Pertumbuhan fisik sudah mulai matang tetapi kedewasaan psikologisnya belum tercapai sepenuhnya
  • Proses kedewasaan jasmaniah pada remaja putri lebih awal dari remaja pria
2. Periode Remaja Adolesen usia 19-21 tahun
Merupakan masa akhir remaja. Beberapa sifat penting pada masa ini adalah:
•    perhatiannya tertutup pada hal-hal realistis
•    mulai menyadari akan realitas
•    sikapnya mulai jelas tentang hidup
•    mulai nampak bakat dan minatnya
Dengan mengetahui berbagai tuntutan psikologis perkembangan remaja dan ciri-ciri usia remaja, diharapkan para orangtua, pendidik dan remaja itu sendiri memahami hal-hal yang harus dilalui pada masa remaja ini sehingga bila remaja diarahkan dan dapat melalui masa remaja ini dengan baik maka pada masa selanjutnya remaja akan tumbuh sehat kepribadian dan jiwanya.
Permasalahan yang sering muncul sering kali disebabkan ketidaktahuan para orang tua dan pendidik tentang baerbagai tuntutan psikologis ini, sehingga perilaku mereka seringkali tidak mampu mengarahkan remaja menuju kepenuhan perkembangan mereka. Bahkan tidak jarang orang tua dan pendidik mengambil sikap yang kontra produktif dari yang seharusnya diharapkan, sehingga semakin mengacaukan perkembangan diri para remaja tersebut. Sebuah PR yang panjang bagi orang tua dan pendidik, yang menuntut mereka untuk selalu mengevaluasi sikap yang diambil dalam pendidikan remaja yang dipercayakan kepada mereka. Dengan demikian, diharapkan para orang tua dan pendidik dapat memberikan rangsangan dan motivasi yang tepat untuk mendorong remaja menuju pada kepenuhan dirinya.

Gunarsa (1989) merangkum beberapa karakteristik remaja yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada diri remaja, yaitu:
  1. Kecanggungan dalam pergaulan dan kekakuan dalam gerakan.
  2. Ketidakstabilan emosi.
  3. Adanya perasaan kosong akibat perombakan pandangan dan petunjuk hidup.
  4. Adanya sikap menentang dan menantang orang tua.
  5. Pertentangan di dalam dirinya sering menjadi pangkal penyebab pertentangan-pertentang dengan orang tua.
  6. Kegelisahan karena banyak hal diinginkan tetapi remaja tidak sanggup memenuhi semuanya.
  7. Senang bereksperimentasi.
  8. Senang bereksplorasi.
  9. Mempunyai banyak fantasi, khayalan, dan bualan.
  10. Kecenderungan membentuk kelompok dan kecenderungan kegiatan berkelompok.
Berdasarkan tinjauan teori perkembangan, usia remaja adalah masa saat terjadinya perubahan-perubahan yang cepat, termasuk perubahan fundamental dalam aspek kognitif, emosi, sosial dan pencapaian (Fagan, 2006). Sebagian remaja mampu mengatasi transisi ini dengan baik, namun beberapa remaja bisa jadi mengalami penurunan pada kondisi psikis, fisiologis, dan sosial. Beberapa permasalahan remaja yang muncul biasanya banyak berhubungan dengan karakteristik yang ada pada diri remaja. Berikut ini dirangkum beberapa permasalahan utama yang dialami oleh remaja.
Permasalahan Fisik dan Kesehatan
Permasalahan akibat perubahan fisik banyak dirasakan oleh remaja awal ketika mereka mengalami pubertas. Pada remaja yang sudah selesai masa pubertasnya (remaja tengah dan akhir) permasalahan fisik yang terjadi berhubungan dengan ketidakpuasan/ keprihatinan mereka terhadap keadaan fisik yang dimiliki yang biasanya tidak sesuai dengan fisik ideal yang diinginkan. Mereka juga sering membandingkan fisiknya dengan fisik orang lain ataupun idola-idola mereka. Permasalahan fisik ini sering mengakibatkan mereka kurang percaya diri. Levine & Smolak (2002) menyatakan bahwa 40-70% remaja perempuan merasakan ketidakpuasan pada dua atau lebih dari bagian tubuhnya, khususnya pada bagian pinggul, pantat, perut dan paha. Dalam sebuah penelitian survey pun ditemukan hampir 80% remaja ini mengalami ketidakpuasan dengan kondisi fisiknya (Kostanski & Gullone, 1998). Ketidakpuasan akan diri ini sangat erat kaitannya dengan distres emosi, pikiran yang berlebihan tentang penampilan, depresi, rendahnya harga diri, onset merokok, dan perilaku makan yang maladaptiv (& Shaw, 2003; Stice & Whitenton, 2002). Lebih lanjut, ketidakpuasan akan body image ini dapat sebagai pertanda awal munculnya gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia (Polivy & Herman, 1999; Thompson et al).
Dalam masalah kesehatan tidak banyak remaja yang mengalami sakit kronis. Problem yang banyak terjadi adalah kurang tidur, gangguan makan, maupun penggunaan obat-obatan terlarang. Beberapa kecelakaan, bahkan kematian pada remaja penyebab terbesar adalah karakteristik mereka yang suka bereksperimentasi dan berskplorasi.
Permasalahan Alkohol dan Obat-Obatan Terlarang
Penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarang akhir-akhir ini sudah sangat memprihatinkan. Walaupun usaha untuk menghentikan sudah digalakkan tetapi kasus-kasus penggunaan narkoba ini sepertinya tidak berkurang. Ada kekhasan mengapa remaja menggunakan narkoba/ napza yang kemungkinan alasan mereka menggunakan berbeda dengan alasan yang terjadi pada orang dewasa. Santrock (2003) menemukan beberapa alasan mengapa remaja mengkonsumsi narkoba yaitu karena ingin tahu, untuk meningkatkan rasa percaya diri, solidaritas, adaptasi dengan lingkungan, maupun untuk kompensasi.
  • Pengaruh sosial dan interpersonal: termasuk kurangnya kehangatan dari orang tua, supervisi, kontrol dan dorongan. Penilaian negatif dari orang tua, ketegangan di rumah, perceraian dan perpisahan orang tua.
  • Pengaruh budaya dan tata krama: memandang penggunaan alkohol dan obat-obatan sebagai simbol penolakan atas standar konvensional, berorientasi pada tujuan jangka pendek dan kepuasan hedonis, dll.
  • Pengaruh interpersonal: termasuk kepribadian yang temperamental, agresif, orang yang memiliki lokus kontrol eksternal, rendahnya harga diri, kemampuan koping yang buruk, dll.
  • Cinta dan Hubungan Heteroseksual
  • Permasalahan Seksual
  • Hubungan Remaja dengan Kedua Orang Tua
  • Permasalahan Moral, Nilai, dan Agama
Lain halnya dengan pendapat Smith & Anderson (dalam Fagan,2006), menurutnya kebanyakan remaja melakukan perilaku berisiko dianggap sebagai bagian dari proses perkembangan yang normal. Perilaku berisiko yang paling sering dilakukan oleh remaja adalah penggunaan rokok, alkohol dan narkoba (Rey, 2002). Tiga jenis pengaruh yang memungkinkan munculnya penggunaan alkohol dan narkoba pada remaja:
 
Salah satu akibat dari berfungsinya hormon gonadotrofik yang diproduksi oleh kelenjar hypothalamus adalah munculnya perasaan saling tertarik antara remaja pria dan wanita. Perasaan tertarik ini bisa meningkat pada perasaan yang lebih tinggi yaitu cinta romantis (romantic love) yaitu luapan hasrat kepada seseorang atau orang yang sering menyebutnya “jatuh cinta”.
Santrock (2003) mengatakan bahwa cinta romatis menandai kehidupan percintaan para remaja dan juga merupakan hal yang penting bagi para siswa. Cinta romantis meliputi sekumpulan emosi yang saling bercampur seperti rasa takut, marah, hasrat seksual, kesenangan dan rasa cemburu. Tidak semua emosi ini positif. Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh Bercheid & Fei ditemukan bahwa cinta romantis merupakan salah satu penyebab seseorang mengalami depresi dibandingkan dengan permasalahan dengan teman.
Tipe cinta yang lain adalah cinta kasih sayang (affectionate love) atau yang sering disebut cinta kebersamaan yaitu saat muncul keinginan individu untuk memiliki individu lain secara dekat dan mendalam, dan memberikan kasih sayang untuk orang tersebut. Cinta kasih sayang ini lebih menandai masa percintaan orang dewasa daripada percintaan remaja.
 
Dengan telah matangnya organ-organ seksual pada remaja maka akan mengakibatkan munculnya dorongan-dorongan seksual. Problem tentang seksual pada remaja adalah berkisar masalah bagaimana mengendalikan dorongan seksual, konflik antara mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan, adanya “ketidaknormalan” yang dialaminya berkaitan dengan organ-organ reproduksinya, pelecehan seksual, homoseksual, kehamilan dan aborsi, dan sebagainya (Santrock, 2003, Hurlock, 1991).
Diantara perubahan-perubahan yang terjadi pada masa remaja yang dapat mempengaruhi hubungan orang tua dengan remaja adalah : pubertas, penalaran logis yang berkembang, pemikiran idealis yang meningkat, harapan yang tidak tercapai, perubahan di sekolah, teman sebaya, persahabatan, pacaran, dan pergaulan menuju kebebasan.
 
Beberapa konflik yang biasa terjadi antara remaja dengan orang tua hanya berkisar masalah kehidupan sehari-hari seperti jam pulang ke rumah, cara berpakaian, merapikan kamar tidur. Konflik-konflik seperti ini jarang menimbulkan dilema utama dibandingkan dengan penggunaan obat-obatan terlarang maupun kenakalan remaja.
Beberapa remaja juga mengeluhkan cara-cara orang tua memperlakukan mereka yang otoriter, atau sikap-sikap orang tua yang terlalu kaku atau tidak memahami kepentingan remaja.
Akhir-akhir ini banyak orang tua maupun pendidik yang merasa khawatir bahwa anak-anak mereka terutama remaja mengalami degradasi moral. Sementara remaja sendiri juga sering dihadapkan pada dilema-dilema moral sehingga remaja merasa bingung terhadap keputusan-keputusan moral yang harus diambilnya. Walaupun di dalam keluarga mereka sudah ditanamkan nilai-nilai, tetapi remaja akan merasa bingung ketika menghadapi kenyataan ternyata nilai-nilai tersebut sangat berbeda dengan nilai-nilai yang dihadapi bersama teman-temannya maupun di lingkungan yang berbeda.
 
Pengawasan terhadap tingkah laku oleh orang dewasa sudah sulit dilakukan terhadap remaja karena lingkungan remaja sudah sangat luas. Pengasahan terhadap hati nurani sebagai pengendali internal perilaku remaja menjadi sangat penting agar remaja bisa mengendalikan perilakunya sendiri ketika tidak ada orang tua maupun guru dan segera menyadari serta memperbaiki diri ketika dia berbuat salah.
Dari beberapa bukti dan fakta tentang remaja, karakteristik dan permasalahan yang menyertainya, semoga dapat menjadi wacana bagi orang tua untuk lebih memahami karakteristik anak remaja mereka dan perubahan perilaku mereka. Perilaku mereka kini tentunya berbeda dari masa kanak-kanak. Hal ini terkadang yang menjadi stressor tersendiri bagi orang tua. Oleh karenanya, butuh tenaga dan kesabaran ekstra untuk benar-benar mempersiapkan remaja kita kelak menghadapi masa dewasanya.

Sumber :
http://www.psychologymania.com/
http://kristiono.wordpress.com/
http://netsains.net/