Skinpress Rss

Friday, 17 May 2013

7 Tanda Anda Sudah Siap Cari Kekasih Baru

0


Menyakitkan dan membuat galau. Tak ada yang bisa menyangkal hal itu. Tapi dunia tidak akan berakhir hanya karena Anda tak lagi bersama sang kekasih. Lama kelamaan, perasaan sedih dan kecewa akan hilang dengan sendirinya dan Anda pun siap menjajaki kisah asmara yang baru. Kapan momen itu datang? Yaitu ketika Anda sudah merasakan tujuh tanda move on ini, seperti dilansir Gal Time.
  • Tidak Menangis Lagi
Ketika Anda tak marah dan air mata pun sudah tak mengalir lagi saat teringat bagaimana mantan menyakiti hati, ini merupakan tanda bahwa Anda mulai bisa move on. Apakah perasaan Anda merasa netral dan tidak bergejolak lagi saat bertemu mantan? Atau Anda sudah bisa mengatur emosi tetap tenang ketika berhadapan dengannya? Jika ya, Anda bisa memastikan kalau hati Anda sudah siap untuk seseorang  yang lebih baik.
  • Tak Ada Lagi Pembicaraan Tentang Mantan
Jika Anda sering membicarakan mantan kekasih kepada teman, rekan kerja dan keluarga, itu berarti masa lalu masih menghantui perasaan dan pikiran. Anda tidak bisa sekali saja tidak membahas tentangnya dalam setiap percakapan dengan orang lain. Yang artinya, Anda masih belum bisa move on. Tapi ketika Anda secara tidak sadar tak pernah lagi berbicara tentangnya selama satu, dua minggu bahkan berbulan-bulan, tandanya Anda telah berhasil membebaskan pikiran dari bayang-bayangnya.
  • Hilang Hasrat untuk Berkomunikasi
Di masa-masa awal putusnya hubungan asmara, biasanya ada kecenderungan untuk menelepon, SMS, BBM atau chat dengan mantan kekasih. Hal itu menandakan perasaan Anda masih bergantung padanya, dan masih memikirkan dia. Tapi ketika keinginan itu hilang, Anda bisa berkata pada diri sendiri, kalau Anda telah siap untuk berkencan lagi.
  • Kembalinya Kepercayaan Diri
Putusnya hubungan asmara, secara langsung atau tidak langsung bisa menghilangkan kepercayaan diri seseorang. Merasa tidak cukup baik untuk kekasih, kekhawatiran kalau dirinya tidak terlalu cantik  atau ganteng (karena diselingkuhi), dan berbagai pikiran negatif lainnya. Tapi bila perpisahan justru meningkatkan rasa percaya diri dan membuat Anda merasa bebas, Anda jadi lebih menghargai diri sendiri dan siap untuk mencari kekasih baru yang lebih menyayangi Anda apa adanya.
  • Belajar dari Pengalaman
Pengalaman buruk karena putus cinta bukan untuk ditangisi selamanya. Tapi jadikanlah pengalaman tersebut sebagai pembelajaran untuk jadi lebih baik ke depannya. Orang cenderung melakukan kesalahan yang sama berkali-kali dalam percintaan. Jika Anda sudah bisa introspeksi diri, menyadari kesalahan yang membuat hubungan kandas, maka Anda sudah bisa menjalin asmara lagi dengan  orang lain dan menjadi pasangan yang lebih baik dan pengertian dari sebelumnya.
  • Punya Harapan
Stop memikirkan bahwa hanya mantan kekasih yang sudah menyakiti hati Anda satu-satunya Dia yang Anda cintai di dunia ini. Yakinlah, masih banyak di luar sana yang lebih baik dari sang mantan. Ketika Anda memiliki harapan tentang hal tersebut, maka jalan untuk mendapatkan hubungan asmara yang sehat, langgeng dan awet pun terbuka lebar. Karena Anda sudah bisa menatap ke depan tanpa menoleh masa lalu.
  • Ada Orang Lain yang Menarik Perhatian
Ketika Anda tak lagi memikirkan mantan, tapi lebih memperhatikan seseorang yang  lucu dan menarik di kantor,  yang ditemui di pesta teman atau di mana aja, berarti Anda sudah mampu move on. Ketika tertarik dengan orang lain, Anda sudah mulai meninggalkan bayang-bayang mantan dari pikiran dan siap untuk menapaki kisah cinta yang baru.

sumber :
 
http://wolipop.detik.com

Saturday, 4 May 2013

Planning and Preparation yang Perlu di Lakukan Sebelum Menikah

0

Pernikahan merupakan suatu moment yang sangat ditunggu-tunggu oleh semua orang selain itu juga pernikahan adalah acara sakral atau suci sehingga untuk pelaksanaanya kita semua ingin tampil sempurna, untuk menciptakan kesempurnaan pernikahan tersebut kita sering dipusingkan oleh berbagai hal mengenai persiapan pernikahan sehingga menimbulkan kekhawatiran seperti rasa takut, stres, dan mendadak ragu kerap yang  dialami calon pengantin menjelang pernikahan/perkawinannya. Untuk itu ada baiknya kita mencoba mengatur diri kita dengan baik dan tetap tenang agar persiapan pernikahan berjalan sesuai rencana

Persoalan kesiapan menikah tak hanya menjadi penentu retak dan langgengnya bahtera rumah tangga. Persoalan ini juga penting mengingat maraknya perceraian juga disebabkan oleh lemahnya persiapan sebelum menikah. Pergaulan bebas muda mudi pun bisa jadi menjadi pelarian karena mereka belum memahami konsep pernikahan atau tidak mampu mempersiapkan pernikahan sehingga cenderung menunda pernikahan. Dari sinilah pentingnya untuk dipahami hal-hal yang harus dipersiapkan untuk menikah.

Bagi yang muslim persiapan ini yang paling utama adalah penguatan aqidah. Setiap muslim wajib meyakini bahwa Allah SWT berkuasa memampukan hamba-hamba-Nya yang menikah di jalan-Nya. Sikap tawakkal kepada Allah SWT juga harus dipupuk sejak dini sebagai bekal menapaki berbagai persoalan kehidupan rumah tangga. Intinya, kekuatan aqidah menjadi benteng bagi setiap muslim dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Aqidah yang kuat juga akan menjaganya untuk tetap menyelesaikan semua persoalannya menurut hukum syariat.
  1. Pintar Mengendalikan Emosi.Anda harus bisa mengendalikan emosi setelah berkeluarga. Terkadang, anak-anak sering rewel atau ngambek yang membuat Anda merasa lelah dan marah. Anda perlu belajar mengatasi emosi agar keadaan tidak semakin runyam. Apalagi jika terbiasa marah dengan suara keras serta tindakan yang bisa menyakitkan orang lain. Pembekalan diri untuk pengendalian emosi penting dilakukan sebelum menikah.
  2. Berkomunikasi dengan Baik.Komunikasi kerap kali menjadi masalah yang dapat menghancurkan pernikahan. Jika Anda selalu mengeluh, mengkritik, mengabaikan nasihat pasangan, dan  membuat pasangan merasa sakit hati karena omongan Anda, bisa-bisa rumah tangga pun rusak. Untuk itu, Anda perlu belajar cara berkomunikasi dengan baik, tenang, serta saling menerima kritik dan saran dari pasangan sebelum ke jenjang yang lebih serius.
  3. Bisa Menyatukan Perbedaan.Semua pasangan pasti memiliki perbedaan. Oleh karena itu, Anda dituntut untuk bisa menyatukan perbedaan tersebut supaya hubungan tetap hangat dan terjaga. Mungkin perbedaan yang ada hanyalah hal sepele, seperti selera film yang tidak sama, tempat tinggal, bagaimana mengatur uang, hingga memperbaiki kehidupan seks. Kalau perbedaan sudah dapat diatasi sebelum menikah, Anda akan lebih mudah melangkah kedepannya untuk menciptakan keluarga yang sukses.
  4. Selalu Mempunyai Pikiran Positif Terhadap Pasangan.Berpikir positif itu tidak mudah. Pasti ada kecurigaan yang timbul saat pasangan melakukan sesuatu yang janggal. Namun, pikiran positif bisa membuat Anda lebih bahagia. Tersenyumlah setiap bertemu si dia, tertawa ketika dia 'melucu', ungkapkan rasa kasih sayang, terbuka dengan pasangan, dan tunjukkan bahwa Anda mencintainya. Dengan demikian, Anda jadi terbiasa berpikiran positif saat menikah nanti. 
  5. Persiapan mental.Merupakan hal yang tidak bisa diremehkan. Sebelum memasuki jenjang pernikahan, calon pengantin harus mempersiapkan mentalnya terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan pasangan anda memiliki berbagai karakter yang berbeda dengan diri anda. Dengan persiapan mental yang baik, anda akan mudah menerima perbedaan didalam kehidupan rumah tangga nantinya. Dalam persiapan pernikahan  kita perlu membangun keberanian yang cukup besar untuk memulai kehidupan bersama dengan orang lain. Maka itu, persiapan mental perlu dilakukan Anda berdua. Caranya, dengan bersikap jujur dan terbuka. Ungkapkan kelemahan dan kelebihan masing-masing. Jika ada sesuatu yang masih mengganjal dalam hibungan Anda dan si dia, segera selesaikan. Belajarlah untuk menghargai kebersamaan dan “keberduaan”. Percayalah, semakin mengenal pasangan, Anda akan makin yakin menjalani hidup baru bersamanya. 
  6. Saling menghargai.Tingkatkan toleransi dan tekanlah ego Anda. Jangan membesar-besarkan masalah. Hargai pendapat orang lain (termasuk pendapat keluarga masing-masing). Banyak pasangan yang menjelang nikah berselisih paham, hanya karena perbedaan pendapat tentang persiapan pernikahan yang sebenarnya tidak perlu dipermasalahkan. Ingat, bukan penyelenggaraan pernikahan yang penting, melainkan pernikahan itu sendiri.                        
  7. Komunikasi Tanpa Putus.Anda dan dia sebaiknya menjadi tim yang kompak di depan keluarga Anda berdua. Kadang yang bikin perempuan stres adalah sikap pasangan yang seakan tidak peduli. Makanya, ajak pasangan terlibat dalam persiapan pernikahan (wedding planner/organizer). Sering-seringlah berdiskusi soal persiapan pernikahan. Beri dia tanggung jawab sehingga dia merasa dibutuhkan. 
  8. Agenda Harian.Tuliskan di agenda Anda apa saja yang telah dikerjakan pada hari itu pada saat menjelang tidur. Buatlah rencana apa yang akan dikerjakan keesokan harinya. Dengan menulis seperti ini, Anda dapat mengevaluasi kegiatan Anda. Hal ini membuat Anda lebih tenang karena telah melakukan banyak hal dalam management persiapan pernikahan.             
  9. Libatkan Keluarga.Agar Anda tidak stres sendiri, mintalah bantuan keluarga. Bentuklah kepanitiaan. Berikan tanggung jawab cukup besar pada orang kepercayaan Anda untuk mengurus persiapan pernikahan. Atau, kalau tidak mau repot, manfaatkan saja jasa wedding organizer, wedding planner, wedding service, penyelenggara paket pernikahan dan sebagainya.                                
  10. Manjakan Diri.Persiapkan tubuh Anda untuk memasuki dunia pernikahan. Istirahat yang cukup dan konsumsi makanan yang sehat agar tubuh Anda fit di hari-H. Manjakan diri Anda. Biasanya, stres langsung hilang begitu Anda mendapat partner yang tepat untuk bergembira.                         
  11. Enjoy Saja.Jadikan pengalaman menjadi pengantin yang sekali seumur hidup itu seperti menghadapi kejutan bahagia yang tak terduga. Jangan menjadikan hari pernikahan seperti menghadapi ujian atau pun saat-saat yang terasa mengerikan hanya karena cemas akan prosesi acara pernikahan akan berjalan lancar atau tidak, serta kehidupan setelah pernikahan. Nikmati saja setiap moment penting yang terjadi dalam hidup Anda. Dan pada hari-H, tersenyumlah dan jangan memikirkan kekurangan yang Anda lihat. Bergembiralah karena hari itu adalah hari terpenting dalam hidup Anda. 
  12. Persiapan Fisik dan Pola Pikir.Kesehatan fisik merupakan unsur persiapan pernikahan yang tidak boleh dilewatkan. Anda tentunya tidak menginginkan kondisi tubuh yang buruk ketika upacara pernikahan berlangsung. Menjaga kesehatan fisik juga dapat memberikan aura kecantikan yang lebih baik saat acara pernikahan. Untuk menjaga kesehatan fisik, anda dapat melakukannya dengan berolahraga dan mencukupi kebutuhan gizi. Persiapan pernikahan yang terakhir adalah persiapan pola pikir. Status anda setelah menikah bukan lagi sebagai lajang. Anda harus mampu merencanakan kehidupan keluarga anda untuk masa depan. Mulailah dengan merencanakan kondisi financial setelah menikah, merencanakan kapan mempunyai anak, dan belajar mengenai kewajiban sebagai seorang istri.

Khusus untuk Seorang Pria, persiapan apa saja yang perlu mereka lakukan sebelum melangkah menuju sebuah pernikahan :
  • Persiapan Finansial                                                   
Walau bukan yang utama, tapi kayanya di jaman yang serba sulit ini, faktor finansial memang akan menggeser faktor-faktor yang lainnya. Finansial sangat dibutuhkan untuk: biaya nikah, meliputi pengurusan administrasi pernikahan berikut penghulunya yang biasanya sudah satu paket dari KUA, biaya maskawin atau mahar dan biaya walimahan atau pesta pernikahan. Selain ketiga hal tersebut, semisal resepsi di hotel, atau rencana bulan madu ke suatu tempat, itu hanya tinggal mengukur kemampuan anda masing-masing saja. Sebenarnya bukan dilihat dari besarnya finansial tersebut, tapi terpenuhinya semua syarat pernikahan dengan dana yang ada. Jangan bilang gak punya dana, terus mau nekat menikah. Saya jamin gak akan ada calon mertua yang sudi melirik anda untuk menikahkan anda dengan anak putrinya. Jadi ingatlah butuh persiapan matang untuk dapat memenuhi faktor finansial Anda. Jadi giatlah untuk bekerja.
Islam tidak menghendaki kita untuk berpikiran secara materialistis, yaitu hidup yang hanya berorientasi pada materi. Namun, bagi seorang calon suami, yang akan mengemban amanah sebagai kepala keluarga, maka diutamakan dan diupayakan adanya kesiapan calon suami untuk menafkahi bagi istri dan keluarganya nanti.
  • Faktor Fisik                                                
Faktor fisik ini diperlukan karena anda akan mengendarai bahtera rumah tangga yang akan segera mengarungi samudera luas, yang didalamnya pasti akan ada ombak dan badai yang akan menghadang. Dan faktor fisik ini meliputi, kemampuan untuk berhubungan suami istri, bukan lagi anak-anak alias ketika anda sudah berkeinginan menikah maka anda harus cukup umur, memang belum ada batasan cukup umur yang valid namun ketika anda sudah bias bereproduksi. Maka untuk itu anda harus sehat, menjaga kesehatan anda bisa dengan makan makanan yang bergizi dan bernutrisi, berolahraga, juga hilangkan kebiasaan merokok, minum minuman keras apalagi narkoba. Menikah itu bukan cuma buat setahun atau dua tahun, tapi sampai anda kakek dan nenek. Jadi nanti kalau sudah tua, anda akan tetap sehat dan bugar.
Persiapan fisik ini ditandai dengan kesehatan tubuh kita yang memadai, sehingga kedua belah pihak akan mampu melaksanakan fungsi diri sebagai suami ataupun isteri secara optimal. Sebelum menikah, jika perlu kita periksakan kesehatan tubuh, terutama faktor yang mempengaruhi masalah reproduksi dan lainnya.
Apakah organ-organ reproduksi dapat berfungsi baik, atau adakah penyakit tertentu yang diderita yang dapat berpengaruh pada kesehatan janin yang kelak di kandungnya. Bila ditemukan penyakit atau kelainan tertentu, segeralah berobat. Begitupula sebaliknya untuk sang calon suami.
  • Faktor Mental
Menikah bukan hanya sebagai status menghilangkan masa lajang. Tapi, menikah itu cuma pintu gerbang aja dan ketika anda sudah memasuki gerbang tersebut maka anda baru akan merasakan bagaimana menjalani kehidupan rumah tangga. Tidak ada rumah tangga yang sempurna, karena dalam menjalani kehidupan rumah tangga semua persoalan kecil bisa menjadi sebuah masalah besar, dan perlu sikap bijak dan mental yang kuat dalam menghadapinya. Di sini Faktor mental dan kepribadian anda yang buruk mesti harus di ubah. Jangan sampai ke-egoisan anda membuat anda selalu ingin menang dari segala perselisihan di rumah tangga anda.
  • Persiapan Sosial
Setelah nanti kedua calon pengantin menikah, maka status sosial di masyarakat pun akan berubah. Mereka berdua bukan lagi seorang gadis dan lajang, tetapi telah berubah menjadi keluarga. Sehingga mereka juga harus mulai membiasakan diri untuk terlibat dalam kegiatan di kedua belah pihak keluarga atau di masyarakat dengan kegiatan sosial. Semua persiapan ini, tidak begitu saja dapat diraih, melainkan perlu waktu dan proses belajar menuju kesana. Karena itulah, saat kita masih memiliki banyak waktu, dan belum terikat nantinya oleh kesibukan rumah tangga, maka berupaya untuk diri kita menuntut ilmu sebanyak-banyaknya guna persiapan menghadapi rumah tangga yang harmonis.

Meskipun saya belum menjalani semua itu. Tapi dengan adannya tulisan ini, kita bisa mendapatkan banyak-banyak pengetahuan untuk persiapan menuju ke arah jenjang pernikahan.
Semoga kita yang belum melaksanakannya, kelak mendapatkan yang terbaik dan dapat mempertahankan bahtera rumah tangga kita nantinya. Amiin..Amiin...
Berbagai Sumber..


Friday, 19 April 2013

10 Tanda Pria Ini Naksir Anda

2

Apakah Kamu sedang kebingungan menebak-nebak cowok yang sedang dekat dengan Kamu saat  ini naksir atau hanya sekedar berteman biasa?
Tenang saja, ladies. Jangan bingung dan malah galau sendiri. Lebih baik amati tanda-tanda yang memang menunjukkan kalau dia naksir Kamu. Ya, benar. Saat seorang cowok naksir cewek di dekatnya, umumnya ada tanda-tanda khusus yang terlihat jelas pada sikapnya.
Tanda-tanda apa sajakah itu?
  • Sengaja bersentuhan
Saat pria sengaja menyentuh Anda selagi berbicara, ia merasa nyaman dan membuka dirinya untuk Anda. Entah itu hanya sekedar bersinggungan tangan atau bahu, ini adalah sebuah tanda pasti yang menunjukkan ia ingin dekat dan membutuhkan Anda di sampingnya.
  • Menurutnya Anda lucu
Baginya, Anda adalah sosok yang dapat membuatnya tertawa. Alhasil, ia akan selalu tampak ceria dan bahagia ketika berada di dekat Anda.
  • Anda adalah sumber informasinya
Saat ada sesuatu ia akan mencari Anda dan meminta pertolongan Anda. Bukan karena Anda hanya sosok yang dimanfaatkan saja, tetapi dibutuhkan di sini dalam artian sebenarnya ia bisa melakukannya, hanya saja ia ingin Anda melakukannya agar Anda dan ia punya waktu lebih banyak, dan ada alasan untuk dekat.
  • Dia sering menggoda Anda
Tidak bermaksud kasar atau mengganggu, ia sangat usil saat di dekat Anda dan gemar menggoda Anda. Ia menikmati bagaimana Anda cemberut dan tertawa geli melihat tingkahnya, dan hanya demi itulah dia sering browsing joke-joke untuk diceritakan kepada Anda.
  • Dia jadi peduli penampilan
Dulu sih dia cuek banget soal penampilan, tetapi saat ada janji keluar dengan Anda, ia akan buru-buru mandi dan memilih baju mana yang akan dipakai. Ia tak ingin terlihat buruk di mata Anda. Ia ingin agar Anda selalu melihatnya.
  • Dia gemar berbisik
Seperti dikutip dari iVillage, dokter Carole Lieberman mengatakan bahwa "saat ada pria berbisik di telinga Anda hanya untuk membahas hal-hal yang bukan rahasia, menandakan bahwa ia memang ingin lebih dekat dan intim dengan Anda." Hal ini dibahas dalam buku BAD GIRLS: WHY MEN LOVE THEM & HOW GOOD GIRLS CAN LEARN THEIR SECRETS.
Ia ingin merasakan hangatnya tubuh Anda, ingin merasakan chemistry dan menjalin klik dengan cara lebih dekat secara fisik.
  • Wajahnya memerah
Tiba-tiba wajahnya memerah saat tak sengaja Anda menangkapnya sedang mencuri pandang pada Anda. Mulut boleh berkata tidak, tetapi percayalah saat ini ia sedang naksir Anda. Mata tak pernah berbohong, ladies...
  • Ia menceritakan kehidupan asmaranya
Pria yang tak ingin menjalin hubungan asmara dengan Anda tidak akan diam-diam bercerita tentang kehidupan asmaranya dan menyebutkan bahwa saat ini ia sedang sendiri. Ingat kan kalau pria itu adalah makhluk yang gengsi. Ia tak akan membagikan informasi pribadinya sembarangan kepada orang yang tak ingin ia dekat dengannya.
  • Ia sering memuji
Ia mengagumi Anda dan begitu memperhatikan setiap detail dari diri Anda. Seringkali ia juga memuji Anda, tak hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan caranya melihat Anda.
  • Ia menunjukkan diri bahwa ia adalah pria
Anda tahu ia adalah seorang pria, tetapi dia ingin lebih menunjukkan dengan doing the man things. Ia akan berdiri lebih tegap, berusaha terlihat lebih tinggi dari Anda, mengambilkan atau membawakan barang-barang Anda, menjemput Anda, membayar saat sedang hang out. Well, setuju atau tidak, hal-hal seperti itu memang membuat gengsi dan kepercayaan diri pria naik, serta menunjukkan bahwa ia ingin dilihat sebagai seorang pria.

http://www.vemale.com

Perkembangan Psikologi Remaja ~ Karakter dan Permasalahannya

0

Masa remaja adalah masa perubahan. Ada lima perubahan yang universal dalam remaja
  • Perubahan tingkat emosi, biasanya emosinya lebih tinggi,
  • Perubahan pada tubuh yang sangat pesat,
  • Minat dan peran yang diharapkan dalam kelompok sosial,
  • Minat dan pola perilaku berubah maka nilai-nilai juga berubah dan apa yang dianggap penting pada masa kanak-kanak sekarang tidak penting lagi,
  • Sebagian besar remaja bersikap ambivalen terhadap suatu perubahan. Mereka menuntut adanya kebebasan tetapi mereka masih takut untuk bertanggung jawab.
Ciri-ciri masa remaja memiliki karakteristik yang khusus, dimana masa remaja adalah masa peralihan. Secara psikologis, masa remaja adalah usia dimana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa, usia dimana anak sudah tidak merasa lagi dibawah tingkat orang-orang yang lebih tua melainkan berada pada tingkatan yang sama, sekurang-kurangnya dalam masalah hak. Integrasi dalam masyarakat (dewasa) mempunyai banyak aspek efektif, transformasi intelektual yang khas dari cara berpikir remaja ini memungkinkan untuk mencapai integrasi dalam hubungan sosial orang dewasa, yang kenyataanya merupakan ciri khas yang umum dari periode perkembangan ini.
 
Secara umum, ciri-ciri masa remaja dapat dilihat dari beberapa segi perkembangan, diantaranya:

Masa remaja sebagai periode yang penting
Bagi sebagian besar anak muda, usia diantara dua belas dan enam vbelas tahun merupakan tahun kehidupan yang penuh dengan kejadian sepanjang menyangkut pertumbuhan dan perkembangan. Tak dapat disangkal, selama kehidupan ini perkembangan berlangsung semakin cepat, dan lingkungan yang baik semakin lebih menentukan, tetapi yang bersangkutan sendiri bukanlah remaja yang memperhatikan perkembangan atau kurangnya perkembangan dengan kagum, seang atau takut.
 
Masa remaja sebagai periode peralihan
Peralihan tidak berarti terputus dengan sesuatu atau berubah dari apa yang telah terjadi sebelumnya, melainkan lebih-lebih sebuah peralihan dari satu tahup perkembangan ke tahap berikutnya. Artinya apa yang telah terjadi sebelumnya akan meninggalkan bekasnya pada apa yang terjadi sekarang dan yang akan datang.
Masa remaja sebagai periode perubahan
Ada lima perubahan yang sama yang hamper bersifat unifersal. (1) meningginya emosi, yang intensitasnya tergantung pada tingkat perubahan fisik dan psikologis yang terjadi. (2) perubahan tubuh, bagi remaja masalah baru yang timbul tampaknya lebih banyak dan lebih sulit diselesaikan dibandingkan dengan masalah yang dihadapi sebelumnya. (3) perubahan minat. (4) perubahan perilaku. (5) ingin kebebasan dan takut bertanggung jawab.
Sedangkan menurut Hurlock, membagi ciri-ciri masa remaja menjadi lebih spesifik, seperti dibawah ini:
  • Masa remaja sebagai periode yang penting, karena perkembangan fisik, mental yang cepat dan penting dan adanya penyesuaian mental dan pembentukan sikap, nilai dan minat baru.
  • Masa remaja sebagai periode peralihan, adanya suatu perubahan sikap dan perilaku dari anak-anak ke menuju dewasa.
  • Masa remaja sebagai periode perubahan, karena ada 5 perubahan yang bersifat universal yaitu perubahan emosi, tubuh, minat dan pola perilaku, dan perubahan nilai.
  • Masa remaja sebagai usia bermasalah, karena pada masa kanak-kanak masalah-masalahnya sebagian besar diselesikan oleh guru dan orang tua sehingga kebanyakan remaja kurang berpengalaman dalam mengatasi masalah.
  • Masa remaja sebagai masa mencari identitas, karena remaja berusaha untuk menjelaskan siapa dirinya, apa peranannya.
  • Masa remaja sebagai usia yang menimbulkan ketakutan, karena adanya anggapan stereotip budaya bahwa remaja adalah anak-anak yang tidak rapih, yang tidak dapat dipercaya dan cenderung merusak, menyebabkan orang dewasa harus membimbing dan mengawasi.
  • Masa remaja sebagai masa yang tidak realistik. Karena remaja melihat dirinya sendiri dan orang lain sebagaimana yang diinginkan dan bukan sebagaimana adanya terlebih dalam cita-cita.
  • Masa remaja sebagai ambang masa dewasa, karena remaja mulai memusatkan diri pada perilaku yang dihubungkan dengan orang dewasa.

Perkembangan Psikologi Remaja
 Pada umumnya remaja didefinisikan sebagai masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa yang berjalan antara umur 12 tahun sampai 21 tahun.
 Setiap tahap perkembangan manusia biasanya dibarengi dengan berbagai tuntutan psikologis yang harus dipenuhi, demikian pula pada masa remaja. Sebagian besar pakar psikologi setuju, bahwa jika berbagai tuntutan psikologis yang muncul pada tahap perkembangan manusia tidak berhasil dipenuhi, maka akan muncul dampak yang secara signifikan dapat menghambat kematangan psikologisnya di tahap-tahap yang lebih lanjut. Berikut ini merupakan berbagai tuntutan psikologis yang muncul di tahap remaja, berdasarkan pengalaman penulis selama menjadi pendidik.
Remaja dapat menerima keadaan fisiknya dan dapat memanfaatkannya secara efektif
Sebagian besar remaja tidak dapat menerima keadaan fisiknya. Hal tersebut terlihat dari penampilan remaja yang cenderung meniru penampilan orang lain atau tokoh tertentu. Misalnya si Dewi merasa kulitnya tidak putih seperti bintang film, maka Dewi akan berusaha sekuat tenaga untuk memutihkan kulitnya. Perilaku Dewi yang demikian tentu menimbulkan masalah bagi dirinya sendiri dan orang lain. Mungkin Dewi akan selalu menolak bila diajak ke pesta oleh temannya sehingga lama-kelamaan Dewi tidak memiliki teman, dan sebagainya.
 Remaja dapat memperoleh kebebasan emosional dari orang tua
Usaha remaja untuk memperoleh kebebasan emosional sering disertai perilaku “pemberontakan” dan melawan keinginan orang tua. Bila tugas perkembangan ini sering menimbulkan pertentangan dalam keluarga dan tidak dapat diselesaikan di rumah , maka remaja akan mencari jalan keluar dan ketenangan di luar rumah. Tentu saja hal tersebut akan membuat remaja memiliki kebebasan emosional dari luar orangtua sehingga remaja justru lebih percaya pada teman-temannya yang senasib dengannya. Jika orang tua tidak menyadari akan pentingnya tugas perkembangan ini, maka remaja Anda dalam kesulitan besar. Hal yang sama juga dilakukan remaja terhadap orang-orang ‘yang dianggap sebagai pengganti orang tua’, guru misalnya.
 Remaja mampu bergaul lebih matang dengan kedua jenis kelamin
Pada masa remaja, remaja sudah seharusnya menyadari akan pentingnya pergaulan. Remaja yang menyadari akan tugas perkembangan yang harus dilaluinya adalah mampu bergaul dengan kedua jenis kelamin maka termasuk remaja yang sukses memasuki tahap perkembangan ini. Ada sebagaian besar remaja yang tetap tidak berani bergaul dengan lawan jenisnya sampai akhir usia remaja. Hal tersebut menunjukkan adanya ketidakmatangan dalam perkembangan remaja tersebut.
 Mengetahui dan menerima kemampuan sendiri
Banyak remaja yang belum mengetahui kemampuannya. Bila remaja ditanya mengenai kelebihan dan kekurangannya pasti mereka akan lebih cepat menjawab tentang kekurangan yang dimilikinya dibandingkan dengan kelebihan yang dimilikinya. Hal tersebut menunjukkan bahwa remaja tersebut belum mengenal kemampuan dirinya sendiri. Bila hal tersebut tidak diselesaikan pada masa remaja ini tentu saja akan menjadi masalah untuk perkembangan selanjutnya (masa dewasa atau bahkan sampai tua sekalipun).
 Memperkuat penguasaan diri atas dasar skala nilai dan norma
Skala nilai dan norma biasanya diperoleh remaja melalui proses identifikasi dengan orang yang dikaguminya terutama dari tokoh masyarakat maupun dari bintang-bintang yang dikaguminya. Dari skala nilai dan norma yang diperolehnya akan membentuk suatu konsep mengenai harus menjadi seperti siapakah “aku” ?, sehingga hal tersebut dijadikan pegangan dalam mengendalikan gejolak dorongan dalam dirinya. Maka penting bagi orang tua dan orang-orang ‘yang dianggap sebagai pengganti orang tua’ untuk mampu menjadikan diri mereka sendiri sebagai idola bagi para remaja tersebut.
 Selain berbagai tuntutan psikologis perkembangan diri, kita juga harus mengenal ciri-ciri khusus pada remaja, antara lain:
•    Pertumbuhan Fisik yang sangat Cepat
•    Emosinya tidak stabil
•    Perkembangan Seksual sangat menonjol
•    Cara berfikirnya bersifat kausalitas (hukum sebab akibat)
•    Terikat erat dengan kelompoknya
Secara teoritis beberapa tokoh psikologi mengemukakan tentang batas-batas umur remaja, tetapi dari sekian banyak tokoh yang mengemukakan tidak dapat menjelaskan secara pasti tentang batasan usia remaja karena masa remaja ini adalah masa peralihan.
 Pada umumnya masa remaja dapat dibagi dalam 2 periode yaitu:


1. Periode Masa Puber usia 12-18 tahun
Masa Pra Pubertas: peralihan dari akhir masa kanak-kanak ke    masa awal pubertas. Cirinya:

  • Anak tidak suka diperlakukan seperti anak kecil lagi
  • Anak mulai bersikap kritis
Masa Pubertas usia 14-16 tahun: masa remaja awal. Cirinya:
  • Mulai cemas dan bingung tentang perubahan fisiknya
  • Memperhatikan penampilan
  • Sikapnya tidak menentu/plin-plan
  • Suka berkelompok dengan teman sebaya dan senasib
Masa Akhir Pubertas usia 17-18 tahun: peralihan dari masa      pubertas ke masa adolesen. Cirinya:
  • Pertumbuhan fisik sudah mulai matang tetapi kedewasaan psikologisnya belum tercapai sepenuhnya
  • Proses kedewasaan jasmaniah pada remaja putri lebih awal dari remaja pria
2. Periode Remaja Adolesen usia 19-21 tahun
Merupakan masa akhir remaja. Beberapa sifat penting pada masa ini adalah:
•    perhatiannya tertutup pada hal-hal realistis
•    mulai menyadari akan realitas
•    sikapnya mulai jelas tentang hidup
•    mulai nampak bakat dan minatnya
Dengan mengetahui berbagai tuntutan psikologis perkembangan remaja dan ciri-ciri usia remaja, diharapkan para orangtua, pendidik dan remaja itu sendiri memahami hal-hal yang harus dilalui pada masa remaja ini sehingga bila remaja diarahkan dan dapat melalui masa remaja ini dengan baik maka pada masa selanjutnya remaja akan tumbuh sehat kepribadian dan jiwanya.
Permasalahan yang sering muncul sering kali disebabkan ketidaktahuan para orang tua dan pendidik tentang baerbagai tuntutan psikologis ini, sehingga perilaku mereka seringkali tidak mampu mengarahkan remaja menuju kepenuhan perkembangan mereka. Bahkan tidak jarang orang tua dan pendidik mengambil sikap yang kontra produktif dari yang seharusnya diharapkan, sehingga semakin mengacaukan perkembangan diri para remaja tersebut. Sebuah PR yang panjang bagi orang tua dan pendidik, yang menuntut mereka untuk selalu mengevaluasi sikap yang diambil dalam pendidikan remaja yang dipercayakan kepada mereka. Dengan demikian, diharapkan para orang tua dan pendidik dapat memberikan rangsangan dan motivasi yang tepat untuk mendorong remaja menuju pada kepenuhan dirinya.

Gunarsa (1989) merangkum beberapa karakteristik remaja yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada diri remaja, yaitu:
  1. Kecanggungan dalam pergaulan dan kekakuan dalam gerakan.
  2. Ketidakstabilan emosi.
  3. Adanya perasaan kosong akibat perombakan pandangan dan petunjuk hidup.
  4. Adanya sikap menentang dan menantang orang tua.
  5. Pertentangan di dalam dirinya sering menjadi pangkal penyebab pertentangan-pertentang dengan orang tua.
  6. Kegelisahan karena banyak hal diinginkan tetapi remaja tidak sanggup memenuhi semuanya.
  7. Senang bereksperimentasi.
  8. Senang bereksplorasi.
  9. Mempunyai banyak fantasi, khayalan, dan bualan.
  10. Kecenderungan membentuk kelompok dan kecenderungan kegiatan berkelompok.
Berdasarkan tinjauan teori perkembangan, usia remaja adalah masa saat terjadinya perubahan-perubahan yang cepat, termasuk perubahan fundamental dalam aspek kognitif, emosi, sosial dan pencapaian (Fagan, 2006). Sebagian remaja mampu mengatasi transisi ini dengan baik, namun beberapa remaja bisa jadi mengalami penurunan pada kondisi psikis, fisiologis, dan sosial. Beberapa permasalahan remaja yang muncul biasanya banyak berhubungan dengan karakteristik yang ada pada diri remaja. Berikut ini dirangkum beberapa permasalahan utama yang dialami oleh remaja.
Permasalahan Fisik dan Kesehatan
Permasalahan akibat perubahan fisik banyak dirasakan oleh remaja awal ketika mereka mengalami pubertas. Pada remaja yang sudah selesai masa pubertasnya (remaja tengah dan akhir) permasalahan fisik yang terjadi berhubungan dengan ketidakpuasan/ keprihatinan mereka terhadap keadaan fisik yang dimiliki yang biasanya tidak sesuai dengan fisik ideal yang diinginkan. Mereka juga sering membandingkan fisiknya dengan fisik orang lain ataupun idola-idola mereka. Permasalahan fisik ini sering mengakibatkan mereka kurang percaya diri. Levine & Smolak (2002) menyatakan bahwa 40-70% remaja perempuan merasakan ketidakpuasan pada dua atau lebih dari bagian tubuhnya, khususnya pada bagian pinggul, pantat, perut dan paha. Dalam sebuah penelitian survey pun ditemukan hampir 80% remaja ini mengalami ketidakpuasan dengan kondisi fisiknya (Kostanski & Gullone, 1998). Ketidakpuasan akan diri ini sangat erat kaitannya dengan distres emosi, pikiran yang berlebihan tentang penampilan, depresi, rendahnya harga diri, onset merokok, dan perilaku makan yang maladaptiv (& Shaw, 2003; Stice & Whitenton, 2002). Lebih lanjut, ketidakpuasan akan body image ini dapat sebagai pertanda awal munculnya gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia (Polivy & Herman, 1999; Thompson et al).
Dalam masalah kesehatan tidak banyak remaja yang mengalami sakit kronis. Problem yang banyak terjadi adalah kurang tidur, gangguan makan, maupun penggunaan obat-obatan terlarang. Beberapa kecelakaan, bahkan kematian pada remaja penyebab terbesar adalah karakteristik mereka yang suka bereksperimentasi dan berskplorasi.
Permasalahan Alkohol dan Obat-Obatan Terlarang
Penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarang akhir-akhir ini sudah sangat memprihatinkan. Walaupun usaha untuk menghentikan sudah digalakkan tetapi kasus-kasus penggunaan narkoba ini sepertinya tidak berkurang. Ada kekhasan mengapa remaja menggunakan narkoba/ napza yang kemungkinan alasan mereka menggunakan berbeda dengan alasan yang terjadi pada orang dewasa. Santrock (2003) menemukan beberapa alasan mengapa remaja mengkonsumsi narkoba yaitu karena ingin tahu, untuk meningkatkan rasa percaya diri, solidaritas, adaptasi dengan lingkungan, maupun untuk kompensasi.
  • Pengaruh sosial dan interpersonal: termasuk kurangnya kehangatan dari orang tua, supervisi, kontrol dan dorongan. Penilaian negatif dari orang tua, ketegangan di rumah, perceraian dan perpisahan orang tua.
  • Pengaruh budaya dan tata krama: memandang penggunaan alkohol dan obat-obatan sebagai simbol penolakan atas standar konvensional, berorientasi pada tujuan jangka pendek dan kepuasan hedonis, dll.
  • Pengaruh interpersonal: termasuk kepribadian yang temperamental, agresif, orang yang memiliki lokus kontrol eksternal, rendahnya harga diri, kemampuan koping yang buruk, dll.
  • Cinta dan Hubungan Heteroseksual
  • Permasalahan Seksual
  • Hubungan Remaja dengan Kedua Orang Tua
  • Permasalahan Moral, Nilai, dan Agama
Lain halnya dengan pendapat Smith & Anderson (dalam Fagan,2006), menurutnya kebanyakan remaja melakukan perilaku berisiko dianggap sebagai bagian dari proses perkembangan yang normal. Perilaku berisiko yang paling sering dilakukan oleh remaja adalah penggunaan rokok, alkohol dan narkoba (Rey, 2002). Tiga jenis pengaruh yang memungkinkan munculnya penggunaan alkohol dan narkoba pada remaja:
 
Salah satu akibat dari berfungsinya hormon gonadotrofik yang diproduksi oleh kelenjar hypothalamus adalah munculnya perasaan saling tertarik antara remaja pria dan wanita. Perasaan tertarik ini bisa meningkat pada perasaan yang lebih tinggi yaitu cinta romantis (romantic love) yaitu luapan hasrat kepada seseorang atau orang yang sering menyebutnya “jatuh cinta”.
Santrock (2003) mengatakan bahwa cinta romatis menandai kehidupan percintaan para remaja dan juga merupakan hal yang penting bagi para siswa. Cinta romantis meliputi sekumpulan emosi yang saling bercampur seperti rasa takut, marah, hasrat seksual, kesenangan dan rasa cemburu. Tidak semua emosi ini positif. Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh Bercheid & Fei ditemukan bahwa cinta romantis merupakan salah satu penyebab seseorang mengalami depresi dibandingkan dengan permasalahan dengan teman.
Tipe cinta yang lain adalah cinta kasih sayang (affectionate love) atau yang sering disebut cinta kebersamaan yaitu saat muncul keinginan individu untuk memiliki individu lain secara dekat dan mendalam, dan memberikan kasih sayang untuk orang tersebut. Cinta kasih sayang ini lebih menandai masa percintaan orang dewasa daripada percintaan remaja.
 
Dengan telah matangnya organ-organ seksual pada remaja maka akan mengakibatkan munculnya dorongan-dorongan seksual. Problem tentang seksual pada remaja adalah berkisar masalah bagaimana mengendalikan dorongan seksual, konflik antara mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan, adanya “ketidaknormalan” yang dialaminya berkaitan dengan organ-organ reproduksinya, pelecehan seksual, homoseksual, kehamilan dan aborsi, dan sebagainya (Santrock, 2003, Hurlock, 1991).
Diantara perubahan-perubahan yang terjadi pada masa remaja yang dapat mempengaruhi hubungan orang tua dengan remaja adalah : pubertas, penalaran logis yang berkembang, pemikiran idealis yang meningkat, harapan yang tidak tercapai, perubahan di sekolah, teman sebaya, persahabatan, pacaran, dan pergaulan menuju kebebasan.
 
Beberapa konflik yang biasa terjadi antara remaja dengan orang tua hanya berkisar masalah kehidupan sehari-hari seperti jam pulang ke rumah, cara berpakaian, merapikan kamar tidur. Konflik-konflik seperti ini jarang menimbulkan dilema utama dibandingkan dengan penggunaan obat-obatan terlarang maupun kenakalan remaja.
Beberapa remaja juga mengeluhkan cara-cara orang tua memperlakukan mereka yang otoriter, atau sikap-sikap orang tua yang terlalu kaku atau tidak memahami kepentingan remaja.
Akhir-akhir ini banyak orang tua maupun pendidik yang merasa khawatir bahwa anak-anak mereka terutama remaja mengalami degradasi moral. Sementara remaja sendiri juga sering dihadapkan pada dilema-dilema moral sehingga remaja merasa bingung terhadap keputusan-keputusan moral yang harus diambilnya. Walaupun di dalam keluarga mereka sudah ditanamkan nilai-nilai, tetapi remaja akan merasa bingung ketika menghadapi kenyataan ternyata nilai-nilai tersebut sangat berbeda dengan nilai-nilai yang dihadapi bersama teman-temannya maupun di lingkungan yang berbeda.
 
Pengawasan terhadap tingkah laku oleh orang dewasa sudah sulit dilakukan terhadap remaja karena lingkungan remaja sudah sangat luas. Pengasahan terhadap hati nurani sebagai pengendali internal perilaku remaja menjadi sangat penting agar remaja bisa mengendalikan perilakunya sendiri ketika tidak ada orang tua maupun guru dan segera menyadari serta memperbaiki diri ketika dia berbuat salah.
Dari beberapa bukti dan fakta tentang remaja, karakteristik dan permasalahan yang menyertainya, semoga dapat menjadi wacana bagi orang tua untuk lebih memahami karakteristik anak remaja mereka dan perubahan perilaku mereka. Perilaku mereka kini tentunya berbeda dari masa kanak-kanak. Hal ini terkadang yang menjadi stressor tersendiri bagi orang tua. Oleh karenanya, butuh tenaga dan kesabaran ekstra untuk benar-benar mempersiapkan remaja kita kelak menghadapi masa dewasanya.

Sumber :
http://www.psychologymania.com/
http://kristiono.wordpress.com/
http://netsains.net/

Sunday, 23 September 2012

Jenis - Jenis Cowok Playboy

0

Playboy adalah seorang sosok cowok single atau sudah punya pacar atau bahkan sudah berkeluarga yang masih selalu berusaha mendapatkan "kepuasan" lebih dari beragam cewek atau bahkan beragam cowok yang diinginkannya. Motifnya bisa karena 'sesuatu', harta, sekedar iseng, pelampiasan, pelarian atau bahkan sesimpel ingin balas dendam.
Nah, ternyata playboy itupun ada macam-macam lho. Berikut adalah penjelasan lebih detail mengenai jenis-jenis playboy yang berkembang biak di Indonesia ini :

1. Playboy Sejati
Ini adalah jenis playboy yang paling sempurna. Kenapa? Karena 98% dari "korban" pasti akan terperangkap oleh jebakan batmen mereka. Siapa sih yang bisa menolak sosok cowok playboy dengan modal tampang dan body oke, pintar, anak gaul, ramah, atau terkenal, harta berkecukupan, jago speak dan tentunya great hot?! Playboy jenis ini mutlak yang paling professional dan beruntung.
Tingkat Bahaya: Berbahaya namun kadang bisa menguntungkan.

2. Playboy Pencari Kesempatan
Playboy jenis ini biasa-nya jago speak dan pintar memanfaatkan peluang meskipun bisa dikatakan modal standart. Mayoritas beraksi karena motif nakal, uang, atau balas dendam.
Contoh : Membuat korban tidak sadarkan diri agar mendapatkan 'kepuasan' (dicekokin alcohol atau narkoba -Red), anak bossnya dijadikan korban agar mendapatkan maksud dan tujuan tertentu, dll.
Tingkat Bahaya: Sangat berbahaya.

3. Playboy Malang
Bukan merupakan playboy yang berasal dari jawa timur, tapi merupakan malang dalam arti culun. Lho kenapa begitu? Terlepas modalnya oke, standart, atau kurang, namun di setiap aksinya dalam memakan korban pada akhirnya akan merugikan diri sendiri.
Contoh: Lagi asik-asik "berusaha" keburu ketahuan sama pacar korban yang ternyata anggota mafia, dan akhirnya dibunuh. Atau bisa juga sang korban ternyata merupakan seorang professional "playgirl sejati" dan malah balik menyakitkan sang playboy malang, jatuh cinta dengan korban tapi ditolak dan akhirnya bunuh diri deh, ngerii juga yah...!! @_@
 Tingkat Bahaya: Lebih berbahaya untuk diri sang playboy. Mending pensiun aja jadi playboy yahh....??
 
4. Playboy Kadaluarsa
Ini adalah playboy yang dahulu kala merupakan seorang playboy sejati, namun keadaan membuat mereka berubah 180 derajat.
Contoh: Dulu orangtuanya kaya raya namun karena sering judi ikan cupang akhirnya bangkrut sehingga tidak punya modal harta lagi. Dulu tampang dan bodynya sempurna, namun karena kebanyakan narkoba akhirnya berubah. Dulu jago ngomong, namun karena lidahnya sering ditindik akhirnya tidak jago ngomong lagi. Duh, serem,, !!
Tingkat Bahaya: Sudah kadaluarsa.

5. Playboy Tobat
Nah ini merupakan sosok playboy yang patut dicontoh!! Dulunya seorang playboy namun bertobat karena alasan tertentu.
Contoh: Bertobat menjadi playboy karena sudah menemukan pasangan sejati, sudah punya anak, atau karena impoten..hehe... Bisa juga bertobat karena nyaris mati ketika menjadi playboy malang, duh,,dll.
Tingkat Bahaya: Tidak Berbahaya.

6. Playboy Gagal Total
Ini merupakan jenis playboy yang paling buruk. Tidak pernah menjadi playboy sama sekali, selalu berharap dan bermimpi menjadi seorang playboy, namun tidak pernah berusaha dan mungkin tidak punya modal sama sekali. Kehidupan sosialnya juga pasti gagal total!!!
Tingkat Bahaya: Aman.
Nah, apakah kamu seorang playboy? Playboy tipe yang manakah kamu? Boleh lho dishare di sini!

Sumber :

Tuesday, 18 September 2012

Topik Yang Perlu Kamu Bahas Pada Kencan Pertama Kamu

0

Kencan pertama kerap diidentikan dengan kacanggungan, terutama ketika Anda terjebak blind date. Berikut beberapa topik yang dapat Anda gunakan untuk menghindari kecanggungan pada kencan pertama seperti dilansir dari First Date Tips.

1. Travel

Meskipun tidak pernah ke luar dari kota kelahiran, Anda pasti punya tempat impian yang ingin Anda kunjungi. Anda bisa saling berbagi cerita mengenai tempat liburan impian. Jika Anda berdua ternyata hobi traveling, Anda bisa berbagi cerita mengenai tempat-tempat yang pernah Anda kunjungi, adakah lokasi yang sama-sama pernah Anda datangi.


2. Makanan dan Minuman

Anda juga dapat berbagi cerita mengenai makanan dan minuman favorit atau sebaliknya, yang tidak Anda sukai. Anda bisa juga membicarakan hal sederhana seperti topping pizza favorit Anda. Siapa tahu Anda menemukan persamaan dari sana.


3. Hari Anda

Membicarakan hari Anda bisa menjadi topik pembicaraan menarik. Meskipun akhirnya Anda akan membicarakan mengenai pekerjaan atau sekolah, hal ini dapat menunjukkan sisi profesional Anda. Namun, hati-hati jangan sampai Anda membicarakan hal-hal yang membosankan dan mengeluh. Pilih cerita seputar teman Anda di kantor atau sekolah, prestasi, atau kejadian lucu di sana.


4. Hobi

Hal yang Anda suka atau hobi merupakan topik yang nyaman untuk dibicarakan. Jika pasangan Anda tertarik pembicaraan mengenai hobi bisa melebar dan menuntun ke topik pembicaraan lain. Terlebih, bila Anda menemukan persamaan, maka Anda akan segera merasa terhubung dengan dirinya.


5. Berita Aktual

Bila Anda sudah mentok banget, bawa saja berita aktual dalam topik pembicaraan. Namun, perhatikan topik-topik sensitif, seperti politik atau agama, jangan sampai malah membawa perdebatan. Bicarakan saja berita umum atau selebriti.


Good Luck....^_^