Skinpress Rss

Jumat, 27 Juli 2012

Hal Yang Tidak Boleh Dilakukan Istri Kepada Suami

0

Perkawinan memang bukanlah suatu kisah indah sepanjang masa. Riak-riak kecil hampir pasti selalu mewarnai perjalanannya. Salah satu pemicunya adalah karena istri tak bisa mengerti apa yang sebetulnya dibutuhkan pasangannya. Mereka tak tahu apa yang tak disukai oleh suaminya. Nah, agar hubungan dengan suami tetap mesra, ada baiknya Anda mengenali hal-hal yang tidak boleh dilakukan ketika Anda Sudah memiliki Suami :

1. Memberikan Kejutan
Ada jenis kejutan yang menyenangkan, seperti hadiah liburan atau rangkaian bunga. Akan tetapi, ada juga jenis kejutan yang  tidak sepantasnya dilakukan. Misalnya, tidak memberitahukan suami jika orang tua Anda akan datang untuk menginap selama  beberapa minggu atau mengundang atasan Anda untuk makan malam di rumah, tanpa memberitahukan suami terlebih dahulu.

2. Membuat Pasangan Menunggu
Jika Anda akan terlambat pulang, mengapa Anda tidak memberitahukan suami terlebih dahulu? jika Anda memang terlambat, jangan  salahkan suami jika merasa kesal. Seharusnya, Anda justru merasa berterima kasih karena suami mengkhawatirkan Anda.

3. Melakukan Tindak Kekerasan
Anda melakukan tindakan kekerasan, baik secara lisan atau verbal, seksual, dan fisik. Terlalu cemburu, terlalu posesif  merupakan salah satu bentuk dari tindak kekerasan. Menghina juga bisa diartikan demikian. Menjatuhkan nama baik pasangan di  hadapan orang lain juga merupakan tindakan kekerasan. Melakukan tindak kekerasan menunjukkan adanya kelainan dalam diri  pelakunya dan tidak seharusnya terjadi di dalam kehidupan pernikahan.

4. jangan Hanya Bisa Diam
Jika Anda merasa marah, terkadang diam bisa menjadi solusi yang terbaik. Akan tetapi, jangan sampai mendiamkan suami selama  berhati-hari karena merasa marah.

5. Menjatuhkan Otoritas Suami
Menjatuhkan otoritas sangat tergantung dengan situasinya. jika suami memukul anak, tentunya Anda harus segera mencegahnya.  Akan tetapi, jika Anda telah menetapkan bahwa anak-anak tidak boleh jajan sebelum makan dan suami nekat memberinya uang ‘
jajan, berarti suami memang bersalah.

6. Pokoknya Aku
Ada hal-hal tertentu yang harus Anda putuskan sendiri. Akan tetapi, jika Anda tidak membicarakan hal-hal yang penting dengan  suami, berarti Anda kurang menghargainya. Hal-hal penting tersebut seperti membeli dan menjual rumah, meminta kepada orang lain untuk datang dan tinggal bersama keluarga Anda, memilih pembantu, serta memilihkan sekolah untuk anak.

7. Meributkan Pembagian Tugas
Seluruh tugas rumah tangga pasti bisa dilakukan, baik oleh Anda maupun suami. Tangan suami tidak akan rusak jika sesekali  membantu Anda mencuci piring. Anda juga tidak boleh merasa sungkan untuk membantunya mencuci mobil. Ingat, jangan hanya bisa meminta suami untuk membantu Anda jika Anda juga tidak bersedia membantunya.

8. Tidak Mau Dibantu
Jika Anda sakit, stres, atau terlibat dalam masalah yang berhubungan dengan obat terlarang, jangan pernah menolak untuk  meminta bantuan kepada profesional. Dengan adanya berbagai masalah tersebut, berarti Anda telah menghancurkan kehidupan suami
dan keluarga Anda.

9. Terlalu Mengontrol
Hubungan antara suami istri dalam pernikahan merupakan sebuah hubungan kerja sama dan bukanlah sebuah pertikaian dalam  memperebutkan kekuasaan. Jika Anda menggunakan uang atau seks untuk memanipulasi atau mengontrol suami, berarti Anda telah  melakukan kesalahan yang besar dan membutuhkan bantuan tenaga profesional.

10. Menghadirkan Pihak Ketiga
Kehadiran pihak ketiga di antara Anda dan suami tidak akan memberikan bantuan yang berarti, bahkan justru akan menimbulkan  lebih banyak masalah. Akan tetapi, jika Anda merasa bahwa hubungan Anda dan suami masih bisa dipertahankan, jangan sekali- kali memikirkan tentang kemungkinan untuk berselingkuh.

11. Melarang Menekuni Hobi
Umumnya, suami paling tidak suka dilarang atau dibatasi oleh istri. Apalagi jika itu menyangkut hobi yang sudah lama ia geluti, pasti ia akan protes. Bagaimana pun hobi sangat berkaitan dengan kesenangan dan kepuasaan batinnya.

12. Diminta Mengubah Penampilan
Suami yang terbiasa berpenampilan cuek dengan rambut gondrong dan berpenampilan funky misalnya, tentu saja tak bakal nyaman jika tiba-tiba Anda memintanya mengubah penampilan. Memangkas rambut atau berpenampilan lebih rapi, misalnya. Ingat, ia lebih percaya diri dengan penampilannya yang sekarang.

13.Dipaksa-Paksa
Siapa pun pasti akan merasa enggan jika dipaksa melakukan sesuatu yang di luar kehendaknya. Demikian pula suami. Memaksanya membelikan Anda seperangkat perhiasan emas, memaksanya makan malam di luar rumah di saat ia asyik menunggu siaran sepakbola di teve, tentu bukan sesuatu yang bijak. Akibatnya, bisa terjadi keributan antara Anda dan suami.

14. Di Cemburui Berlebihan
Tidak semua suami senang istrinya cemburu. Apalagi jika rasa cemburu yang ditampakkan istri sudah melewati batas kewajaran alias cemburu buta. Tidak ada angin tak ada hujan, Anda tiba-tiba menuduh suami berselingkuh dengan wanita lain, misalnya. Kadangkala, penyebabnya hanya hal sepele, seperti perhatian suami yang berkurang. Anda sudah langsung tersinggung, merasa tak diperhatikan atau disayang lagi oleh suami. Biasanya seorang yang diliputi perasaan cemburu akan melakukan apa saja agar suaminya tidak melirik wanita lain. Memata-matai ruang gerak suami.

15. Dibentak-Bentak
"Kamu ini gimana sih, gitu saja tidak becus!" Kalimat bernada tinggi seperti ini tak jarang kita temukan keluar dari mulut istri. Posisi suami sebagai kepala keluarga yang seharusnya dihormati, tak lagi mereka indahkan. Bahkan tak jarang dilakukan di depan anak-anak. Ingat, tak semua suami bisa menerima sikap istri yang demikian.

16. Tidak Dihargai
Banyak istri yang berperilaku sepertinya tak lagi menghargai suaminya lagi. Penyebabnya tentu banyak dan bervariasi. Ada yang disebabkan posisi suami yang memang jauh di bawah istri, dari segi latar belakang sosial, finansial maupun karier. Atau penampilan istri yang jauh lebih menarik dibandingan suami. Hal-hal inilah yang seringkali membuat istri lantas menjadi sombong atau arogan. Di matanya, suami hanyalah pelengkap status. Akibatnya, suami merasa minder dan tak dihargai, dan istri pun bersikap semena-mena padanya.

17.Selalu Dicurigai
Perasaan selalu dicurigai dan tidak pernah dipercaya tentu akan membuat suami merasa tidak nyaman. Apalagi bila Anda mencurigainya telah melakukan sesuatu yang tidak jujur di belakang Anda. Misalnya mencurigainya telah berselingkuh, padahal belum tentu kebenarannya.

18. Menceritakan Hubungan Masa Lalu dengan Orang Lain
Kesalahan terbesar yang dilakukan istri adalah menceritakan kepada suami tentang hubungan yang dulu pernah dijalaninya dengan laki-laki lain. Atau dia menginformasikan kepada suaminya bahwa dia pernah menyimpan rasa cinta kepada laki-laki yang dulu pernah menjadi temannya.
Sejatinya hal tersebut tidak boleh dilakukan si istri, karena seorang suami tidak ingin mendengar istrinya menaruh simpati atau rasa cinta kepada laki-laki lain. Sekalipun laki-laki itu adalah kerabat dekat sang istri. Walau bagaimanapun, suami selalu ingin menjadi pusat perhatian istri sepenuhnya. Sekalipun dia tidak menampik bahwa dia pun pernah menjalin hubungan dengan seorang wanita sebelum dia menikah dengan istrinya itu. Meski demikian, suami tidak ingin mendengar cerita istrinya tentang hubungannya di masa lalu. Suami hanya ingin istrinya menjadi wanita yang benar-benar ‘baru’ baginya.
Sebagai seorang istri, Anda mungkin pernah menikah dengan laki-laki lain, dan suami Anda yang sekarang mengetahui banyak tentang masa lalu Anda. Namun, bukanlah suatu kebaikan apabila cerita-cerita tentang suami Anda terdahulu disampaikan kepadanya atau dihadirkan kembali di hadapannya. Terlebih lagi jika Anda masih menyimpan benda-benda, gambar, atau kenang-kenangan saat bersama mantan suami Anda.

19. Membenci Orangtua Suami (Mertua)
Orangtua suami Anda (mertua) mungkin bukanlah mertua yang baik. Keduanya mungkin suka mengkritik atau menegur Anda dengan keras terkait pengasuhan anak, perawatan suami, atau cara mengatur rumah tangga. Atau bisa jadi mertua Anda memandang Anda bukanlah wanita yang cocok menjadi pendamping anaknya, karena masih banyak wanita lain yang ingin menikah dengannya. Atau sikap dan tindakan negatif lainnya dari mertua yang banyak kita kenal.
Kendati demikian, biasanya suami Anda akan melupakan –atau berpura-pura lupa— terhadap apa-apa yang dilakukkan ayah dan ibunya kepada Anda. Suami akan bersikap seolah-olah dirinya sangat sulit memperbaiki ayah dan ibunya. Dia juga akan menyuruh Anda untuk bersabar dan lapang dada atas hal itu.
Namun, dapat dipastikan bahwa dia tetap tidak ingin mendengar Anda menceritakan kepadanya tentang keburukan-keburukan perilaku orangtuanya. Dia juga tidak mau mengetahui bahwa Anda sangat membenci dan memusuhi ayah dan ibunya. Kejujuran Anda kepada suami dengan menyampaikan perilaku negatif orangtuanya akan menimbulkan gangguan dan mengeruhkan suasana rumah tangga.

20. Memuji Teman Suami
Sekalipun suami menyimpan rasa hormat, pujian, dan kekagumannya kepada temannya, maka hal demikian tidak boleh dimanfaatkan Anda untuk menyatakan kekaguman kepada temannya itu. Pasalnya, kebanyakan suami tidak senang jika mendengar istrinya memuji teman-temannya. Sebab, suami akan memandang bahwa Anda mengagumi laki-laki lain selain dirinya.
Yang lebih berbahaya lagi adalah jika Anda terus-menerus menyatakan kekaguman terhadap teman suami Anda dengan menyebut sisi-sisi kelebihannya dengan mendetil. Tak ayal lagi, hal tersebut memicu kecemburuan suami Anda, dan bahkan kecemburuan seluruh laki-laki di dunia. Semisal, Anda menyebutkan ketampanan teman suami anda, atau kecerdasan dan kegagahannya. Suami Anda akan memahami bahwa dirinya tidaklah setampan, secerdas, dan segagah temannya itu.

21. Boros dalam Berbelanja
Jika suami Anda tergolong tipikal orang yang pekerja keras dan sangat menghargai nilai uang, maka dia tidak menginginkan Anda bersikap boros dalam membelanjakan harta yang diberinya. Dia akan sangat marah jika Anda terlalu royal ketika berbelanja, sementara dia harus banting tulang berpeluh keringat bekerja demi mendapatkan penghasilan. Misalnya, mayoritas suami tidak menyukai istri mereka membeli busana yang sangat mahal, semisal busana rancangan desainer ternama.

22. Mengikuti Suami ke Manapun
Meski kehidupan rumah tangga menyenangkan dan penuh dengan berbagai fasilitas, namun terkadang suami memiliki kecenderungan untuk menyendiri. Jadi ada saat-saat di mana suami Anda tidak ingin diganggu dan asyik sendirian, atau pergi bersama teman-temannya. Dia terkadang ingin merasakan kembali bebasnya membujang dan bercengkerama dengan temannya. Oleh karena itu, tidak masalah jika sehari dalam sepekan dia keluar sendirian untuk berkumpul bersama teman-temannya.
Maka Anda jangan mempersempit langkahnya dengan melakukan pembatasan-pembatasan yang mengekang. Yakinlah bahwa setelah dirinya bertemu teman-temannya, maka dia akan merasa sangat merindukan Anda dan anak-anak. Dia akan segera pulang ke rumah menemui Anda untuk rileks bersama sambil bercengkerama.

23. Mengkritik dan Menegur Suami
Ada istri yang merasa suamianya tidak peduli terhadap rumah, atau terhadap dirinya sebagai istrinya, atau mengabaikan rencana jalan-jalan atau piknik bersama keluarga. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?
Para pakar mengatakan bahwa penyebabnya adalah istri seringkali menegur dan mengkritik suami dengan keras, dengan kritikan yang membuatnya mereka dilecehkan. Oleh karena itu, mereka menyarankan agar istri yang tidak suka atas pekerjaan atau tindakan suami supaya menyampaikan keberatannya secara persuasif.
Dalam artian, jika Anda ingin menegur dan mengkritiknya, maka sampaikanlah ungkapan dan kalimat secara baik serta santun, hindari penggunaan kata “tidak” dan “jangan” yang berlebihan. Misalkan, jika Anda hendak menegurnya karena salah menggunakan bumbu dalam memasak –sebagai ganti ungkapan “tidak” dan “jangan” ada baiknya Anda berkata, “Menggunakan bahan ini untuk memaksakan lebih baik, dan membuat masakan terasa lebih sedap dan lezat.”
Karena jika yang dilakukan adalah dengan mengkritik atau menyalahkan secara kasar, justru akan menimbulkan efek negatif. Misalnya, suami akan merasa kesal dan dilecehkan, lalu dia akan memutuskan untuk berhenti membantu pekerjaan istri di rumah, padahal bantuannya sangat dibutuhkan.

Sumber :

0 komentar:

Poskan Komentar